RSS You're reading Inter Milan: Menang Tanpa Playmaker article on sekadarblog

Inter Milan: Menang Tanpa Playmaker

Tanpa Wesley Sneijder di posisi playmaker dan Diego Forlan di barisan penyerang starter, Inter Milan masih mampu mengatasi rival sekota, AC Milan, dengan skor 1-0.

La Beneamata melakukannya dengan skema defensif nan ortodoks, 4-4-2. Dari 11 starters yang diturunkan Claudio Ranieri hari Minggu lalu (15/1), hanya ada tiga pemain bernaluri menyerang. Mereka adalah Giampaolo Pazzini, Diego Milito dan Ricardo Alvarez. Sisanya, lebih ahli dalam menahan serangan lawan. 

Sejatinya, Inter memang bukan tim dengan kredibilitas serangan yang dapat membuat pertahanan dan suporter lawan frustrasi. Inter bahkan pelopor permainan grendel Italia nan tersohor, Catenaccio, kala dibesut Helenio Herrera pada era 60-an.

Di jaman Jose Mourinho (2008-2010) yang melahirkan 2 gelar Lo Scudetto, 1 Coppa Italia, 1 Super Italia dan 1 trofi Liga Champions, Inter tak pernah bermain aktif. Memang bukan defensif, namun memutuskan tidak bernafsu merebut bola dari lawan.

Kembali ke 4-4-2 ala Ranieri. Skema dan starter yang sama menghasilkan lima gol tanpa balas ke gawang Parma di minggu sebelumnya. Hari Minggu, sempat ada kekhawatiran apakah Julio Cesar akan tampil prima. Nyatanya, kiper Brasil itu bermain seperti biasanya meski harus menerima suntikan pembunuh nyeri di punggungnya hanya dua jam sebelum bertanding.

Dengan 4-4-2 flat dan tanpa playmaker, tentu saja Ranieri mengandalkan serangan lewat sayap. Alvarez siap sedia di kiri. Maicon atau Javier Zanetti senantiasa bergerak turun naik di kanan. Rasanya menjadi kebetulan, apakah keputusan The Thinker Man itu sengaja atau tidak, karena skema 4-3-1-2 ala Max Allegri di Milan sudah lama dinilai lemah dalam mengantisipasi serangan sayap.

Awal serangan yang dibangun Inter ketika berhasil menguasai bola adalah dengan melalui Esteban Cambiasso. Pemain Argentina ini seakan menjadi pivot player. Bila mau dipaksakan, bisa juga disebut deep playmaker meski secara khusus tugasnya adalah menghancurkan serangan Milan di kesempatan pertama. Dia yang akan mengalirkan bola ke arah sayap atau bila harus mengulur tempo serangan maka akan bermain box to box dengan Pazzini. Milito akan menunggu di depan.

Peran pivot yang dijalankan Cambiasso ini seperti mengulangi peran Sneijder, yang di partai ini baru main di pertengahan babak kedua, kala Inter mengalahkan Barcelona di final Liga Champions pada musim 2009-10.

Gol tunggal kemenangan yang dicetak Milito seakan menjawab strategi Ranieri. Pemain Argentina ini memaksimalkan umpan silang Zanetti. Terus terang, gol memang tak lepas dari kesalahan Ignazio Abate yang luput mengantisipasi umpan Alvarez tersebut. Tapi yang namanya gol pasti berangkat dari kesalahan lawan, bukan? :D

Secara keseluruhan, Derby della Madonnina lalu relatif seru. Kita bisa menyaksikan perbedaan yang nyata. Milan mendominasi permainan namun tak kunjung mendapat gol, sedangkan Inter bermain lebih efektif dengan menciptakan peluang lebih banyak.

Dari laga ini, kita bisa melihat bagaimana sebuah tim yang fokus bertahan mampu mencuri gol kemenangan. Mungkin tidak mirip dengan formula Catenaccio. Justru lebih mirip seperti saat Chelsea ditangani Mourinho atau ketika Otto Rehaggel membawa Yunani jadi kampiun Euro 2004. Bermain dengan menanti momen yang tepat untuk memukul K.O lawan.

Ϡ

4 Responses to “Inter Milan: Menang Tanpa Playmaker”

  1. Hasby says:

    as usual keren mas, menarik sih tentang pivot player :)

  2. RickyAlvarez says:

    box to box player, pivot player, gak ngerti maksudnya haha
    bisa dijelaskan itu apa maksudnya mas
    kayanya di FM terbaru ada istilah itu ya

    oya btw sekedar koreksi
    The Thinker Man -> The Tinkerman, kalo ga salah artinya yg bangun skuad kala tim terpuruk, kalo the Thinkerman itu mah profesor kali, kalo ini cocoknya buat pak Johar Arifin hahaha
    Asist Milito oleh Il Capitano, Javier Zanetti, bukan Ricky Alvarez
    “…kesalahan Ignazio Abate yang luput mengantisipasi umpan Alvarez tersebut…”

  3. didut says:

    dan sedih ngeliat Milan menang possesion tp bukan harinya bikin gol ! :(

  4. sayang banget, intermilan mainnya angin-anginan. kadang jago… kadang loyo :p

Leave a Reply