RSS You're reading Timnas Adalah Paripurna Pembinaan article on sekadarblog

Timnas Adalah Paripurna Pembinaan

Akhirnya tim nasional Indonesia menuai kekalahan terbesar dalam sejarahnya. Bahrain menghajar 10 gol tanpa mampu dibalas satu pun oleh pasukan Aji Santoso di kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia kemarin (29/2).

Tidak perlu malu dengan hasil itu. Pun tidak perlu disesali. Apalagi sampai menjadikan wasit Andre El Hadad sebagai kambing hitam, terlepas pengadil dari Lebanon itu memang punya rekam jejak yang sangat buruk. Kita harus bisa menerima kekalahan dengan hati lapang.

Indonesia tampil dengan sederet pemain minim jam terbang internasional. Tetapi jam terbang para pemain senior sekelas Bambang Pamungkas atau Firman Utina pun tidak terlalu berbeda secara signifikan dengan para yuniornya.

Belakangan banyak keluhan terhadap pemain Indonesia. Bahkan dari para mantan pemain era 70-80-an. Tetapi dari logika umum saja, tak ada seorang pemain pun yang ingin kalah, terlebih dengan telak hampir selusin gol. Siapapun yang bermain pasti mengejar kemenangan. Tidak rela kalah dan babak belur.

Kecuali, tentu saja, mereka yang terindikasi suap atau memang berniat main ala sepakbola gajah. Dan sepakbola Indonesia pernah mengalaminya. Namun itu tidak terjadi saat timnas lawan Bahrain kemarin. Para pemain tetap semangat dan kerja keras. Bila hasilnya tak sesuai harapan, itu soal berikutnya.

Apa yang sebenarnya terjadi dalam pertandingan kemarin? Kita bisa melihatnya dari dua sisi; teknis dan non teknis.

Pada pertemuan pertama di GBK Senayan tahun 2011 lalu, Indonesia menyerah 0-2 dari Bahrain. Ketika itu, timnas masih diasuh Wim Rijbergen dan diperkuat para pemain senior. Dari level permainan, Bahrain mungkin tidak istimewa. Tetapi menjadi percuma bila permainan Indonesia tetap ada di bawah Bahrain.

Di pertandingan kemarin, para pemain muda Indonesia sudah berusaha keras. Bahkan dengan segenap tenaga, mental dan hati mereka. Semangat juang mereka patut dihargai. Namun apa daya bahwa bertanding bukan hanya bermodalkan semangat. Bermain dengan 10 orang melawan 11 orang selalu sulit, terlebih bagi Indonesia. Hal ini menyulitkan bila ingin menganalisa secara teknis selain hanya satu kesimpulan bahwa kita memang kalah.

Bagaimana dengan soal non teknis? Sebenarnya, inilah yang paling mengganggu.

Isu paling memprihatinkan adalah komposisi tim yang babak belur karena tidak menyertakan seluruh pemain terbaik sebagaimana komposisi timnas sebuah negara. Timnas Indonesia tidak bisa diperkuat para pemain dari kompetisi non IPL. Sebuah keputusan yang sangat absurd dan hanya bersembunyi di balik statuta FIFA (soal ini dibahas lain waktu saja :D)

Tanpa diganggu oleh hal politis seperti itu pun timnas kita kesulitan berprestasi. Apalagi bila sebaliknya.

Andai timnas melawan Bahrain kemarin berisi seluruh pemain terbaik Indonesia (dari IPL maupun ISL), apakah hasilnya akan berbeda? Kekalahan mungkin tak bisa dihindari, tetapi skornya saja yang berbeda. Boleh jadi tidak setelak 0-10.

Kita tahu bahwa hampir semua pemain Indonesia bukanlah produk pembinaan yang benar dan terstruktur rapi. Jadi secara skill, tetap tak akan berbeda jauh. Sejak lama saya katakan ini PR besar bagi sepakbola nasional. Tak akan pernah ada timnas yang bisa berprestasi jika sepakbola dalam negerinya tidak dikelola dengan baik. Timnas hanyalah produk paripurna sebuah proses panjang bernama pembinaan sepakbola. Tanpa itu, lupakan saja (soal prestasi).

Jadi, segera rancang infrastruktur komprehensif pembinaan sepakbola nasional. Lalu, tunggu hasilnya 15-20 tahun lagi. Semoga kita bisa dan kuat bersabar.

Ϡ

2 Responses to “Timnas Adalah Paripurna Pembinaan”

  1. Aggy says:

    versus Bahrain 10-0…..ibarat semua pemain Bahrain mencetak gol kecuali kiper. Sampai kapan pun dgn liga terbelah gak akan punya skuad yang utuh…..boro-boro mau prestasi.

  2. mcxoem says:

    sedihnya Sam, dualisme juga merembet ke pembinaan sekarang in Mas. Liga Divisi III (U-19) regional Jatim pun ada 2, versi Peni dan Nyalla, masihkah kita percaya PSSI dan pengprov hingga ke pengcabnya?
    kita lihat saja dulu pembinaan yg didengungkan oleh Timo ini.. Semoga

Leave a Reply