ketika sepakbola bikin penasaran

Indonesia sangat jarang memanfaatkan kalender internasional untuk timnas. Ketika Indonesia dijadwalkan menghadapi Filipina pada hari ini (5/6), maka itu keputusan bagus. Masa kalender internasional (FIFA) yang tidak lebih dari 13 pertandingan per tahun itu (di luar turnamen utama) menjadi penting. Timnas harus menggunakannya untuk berlatih bersama dan bertanding.

Namun sialnya, untuk menjalani partai friendly di Manilla tersebut, pelatih Nil Maizar cuma punya 16 pemain. Itu pun tidak seluruhnya fit untuk tampil. Ini tak lepas dari amburadulnya manajemen PSSI. Terkesan tak ada koordinasi dengan pengelola kompetisi dan klub.

Bayangkan, dalam sebuah kalender internasional, timnas Indonesia tidak bisa menurunkan sejumlah pemain yang diinginkan pelatihnya! Sungguh absurd!

Usut punya usut, timnas kekurangan pemain karena sejumlah klub menolak melepas pemainnya. Dalam situasi wajar, klub ini akan terkena sanksi. Bukan dari PSSI, tetapi dari FIFA. Mereka membangkang aturan.

PSSI bergeming. Tentu saja tanpa daya. Mereka ternyata tidak menghentikan kompetisi klub seperti yang biasa terjadi bila ada kalender internasional. Klub Liga Prima Indonesia tentu tak mau melepas para pemainnya karena akhir pekan lalu dan akhir pekan ini ada lanjutan kompetisi (8/6).

Mengklaim sudah memanfaatkan kalender internasional adalah bagus. Tapi mengoptimalkannya agar seluruh pemain yang masuk dalam radar pelatih bisa hadir demi latihan timnas yang komprehensif tentu akan jauh lebih baik. FIFA pun sudah merancang aturan mainnya. Kompetisi klub akan diliburkan selama kalender itu berlangsung. Timnas untung, klub tidak buntung. Tentu saja, keadilan harus dijaga.

Tapi, di sini, aturan main itu mentah lagi. Kali ini, timnas yang buntung. Sayang sekali.

§669 · June 5, 2012 · Sepakbola Indonesia · Tags: , , · [Print]

1 Comment to “Kalender Internasional? My Goodness…”

  1. arya says:

    manajemennya masih pake paradigma dan cara2 era Nurdin sih.

Leave a Reply