RSS You're reading Ketika Timnas Main article on sekadarblog

Ketika Timnas Main

Tim nasional (timnas) adalah level tertinggi kegiatan sepakbola sebuah negara. Tak peduli timnas itu punya prestasi atau tidak, ia tetap harus diapresiasi di tempat tertinggi.

Namun di Indonesia, timnas terkesan hanya dianggap sebagai kegiatan sepakbola biasa. Malangnya, situasi ini sudah berlangsung sejak dulu, sejak kepengurusan PSSI lama hingga PSSI baru.

Di Eropa, ya kita memang tak boleh berhenti belajar tatanan sepakbola dari benua biru itu, tak pernah ada dua level timnas bermain di hari yang sama. Timnas dengan level berbeda akan bermain di hari yang beda pula. Bahkan di partai friendly internasional pun selalu ada 2 hari untuk timnas; satu hari untuk kelas yunior, hari berikutnya untuk kelas senior.

Sebagai contoh, apabila timnas senior Inggris akan bermain persahabatan dengan timnas senior Jerman biasanya akan ada pula pertandingan kedua timnas yunior. Yunior main hari ini, senior main besok.

Tapi di Indonesia, hal itu kerap tak terjadi. Kemarin (5/7), timnas U22 berjibaku melawan Australia dalam kualifikasi kejuaraan Asia di Pekanbaru, Riau. Pada saat yang hanya berselang beberapa menit sebelumnya, timnas senior bermain dalam partai cari keringat melawan tim bintang Cesc Fabregas di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta.

Sebentar, bukankah yang di GBK adalah Indonesia Selection? Apapun namanya, materinya adalah timnas senior Indonesia. Tidak ada yang salah. Dan dalam partai timnas vs non timnas, aturan FIFA memang melarang penggunaan nama timnas. Di berbagai berita, muncul nama Indonesia Selection. Di situs IPL, disebut Timnas Garuda.

Ok, lupakan soal nama. Esensi tulisan ini bukan soal itu. Tetapi apa dasar logika di balik dua timnas Indonesia bermain di hari yang sama? Timnas U22 yang tampil dalam partai (kalender) resmi harus didahulukan kepentingannya, nilainya, dan publikasinya. Sedangkan tim yang bermain di Senayan (meski senior dan apapun sebutan timnya) hanya partai suka-suka.

Itu sebabnya di berbagai belahan dunia, bukan cuma di Eropa, pertandingan timnas selalu tunggal. Tidak dibarengi oleh pertandingan apapun, kecuali kompetisi amatir atau semipro yang tetap bergulir. Kompetisi klub kasta tertinggi harus libur sejenak. Bukan cuma libur pada saat timnas main, tapi juga dua hari sebelum dan sesudah. Maklum saja, para pemain timnas berasal dari klub-klub utama negara bersangkutan. Azas keadilan menjadi penting, jadi libur sejenak adalah pantas.

Di Indonesia, itu tidak dilazimkan. Ini belum bicara soal mengapa para pemain terbaik Indonesia harus dimainkan melawan tim eksibisi pedagang biskuit. Para pemain Indonesia memang kurang jam terbang. Tapi menyediakan waktu dengan melawan sembarang tim adalah naif.

Saya sungguh gagal paham.

Ϡ

3 Responses to “Ketika Timnas Main”

  1. nothing says:

    hehe.. au kemarin pilh liat yg Riau cak.. karena timnas sebenarnya.
    terlepas dari itu, cen pssi zuper kacau poll :)))

  2. Raffaell says:

    Aku juga ikut gagal paham, padahale kalo liat tim bole disini, SIMPLE banget, gak ribet kaya di Indonesia

  3. agustri says:

    sampai kapan begini begitu…. :(

Leave a Reply