Menuju Kedamaian
Tuesday, September 30th, 2008

Striker Roman Pavlyuchenko di Tottenham Hotspur harus cepat-cepat bisa bahasa Inggris jika nggak mau kena hukum pelatih Juande Ramos. Pelatih nggak mau dengar alasan Pavlyuchenko tampil jelek karena belum mengerti bahasa Inggris.
Rafael Benitez juga selalu berbahasa Inggris saat tim Liverpool sedang berkumpul. Dia nggak pernah mau membuat session sendiri untuk pemain sesama Spanyol. Lalu jika mereka belum paham bahasa Inggris? ” Itu urusan mereka dan artinya segeralah selesaikan kelas bahasa,” ujar Benitez beberapa tahun lalu. (more…)
…soccer is just a game. That’s all it is. It isn’t life and death. No matter what happens in one particular game, the world will go on. Life doesn’t stop for soccer. It’s a game. It doesn’t need to be taken as seriously as it is.
Cuplikan itu saya dapat dari sebuah posting di EPL Talk. Soal perilaku oknum penonton yang melempari bis Manchester United setelah melawan Chelsea.
Benarkah sepakbola cuma sekadar permainan yang nggak perlu dianggap serius? Secara universal harusnya begitu. Saya sendiri menganggap serius, tapi bukan semata pada skor atau hasil akhir atau bahkan sampai tawuran segala — apalagi bikin konyol. (more…)
Mas Puji memang blogger kreatif. Dia sering mengirimi link unik soal sepakbola kepada saya. Terakhir, dia kirim tautan ini. Isinya gambar strategi dan taktik main bola versi guyon.
Ujungnya, dia minta saya bikin gaya main Indonesia. Waduh, ini benar-benar merepotkan.
Gaya main Indonesia sulit ditebak karena selalu berubah-ubah. Kadang 3-5-2, nggak jarang juga 4-4-2 atau 4-3-3. Lain pelatih, lain cara.

Gambar di atas itu yang biasa saya lihat di bola kita, baik di timnas atau liga. Kebanyakan main lewat sayap, tapi selalu akhirnya salah umpan. Kawan di mana, bola ke mana. Kalau sudah begitu, gol yang dicari tak kunjung hadir.
Adakah di antara anda punya konsep main tim Indonesia? Sharing, dong ![]()