Archive for the ‘Sepakbola Indonesia’ Category

Ketika Syamsir dan Irfan tak dipanggil timnas

Thursday, June 6th, 2013

Itulah kicauan Syamsir Alam, pemain Indonesia yang sedang berkarir di DC United — klub Major League Soccer (MLS). Curhat seorang pemain yang kecewa karena tak dipanggil timnas Indonesia untuk partai melawan Belanda di friendly matchday internasional 7 Juni 2013.

Kekecewaan atas alasan sama juga dialami penyerang Indonesia lainnya, Irfan Bachdim, yang membela klub Chonburi Thailand. Tapi lihat responnya di Twitter.

Dua reaksi yang jelas kontras. Syamsir masih bersifat kekanak-kanakan dan Irfan yang lebih dewasa. Ini memang cuma soal sudut pandang. Siapapun berhak kecewa bila tak dipanggil timnas. Apalagi jika merasa dirinya pantas untuk membela Indonesia. Namun semua pemain juga harus tahu standar pemanggilan pemain ke timnas. Inilah alasan pertama. (more…)

Ketika Timnas Main

Friday, July 6th, 2012

Tim nasional (timnas) adalah level tertinggi kegiatan sepakbola sebuah negara. Tak peduli timnas itu punya prestasi atau tidak, ia tetap harus diapresiasi di tempat tertinggi.

Namun di Indonesia, timnas terkesan hanya dianggap sebagai kegiatan sepakbola biasa. Malangnya, situasi ini sudah berlangsung sejak dulu, sejak kepengurusan PSSI lama hingga PSSI baru. (more…)

Kalender Internasional? My Goodness…

Tuesday, June 5th, 2012

Indonesia sangat jarang memanfaatkan kalender internasional untuk timnas. Ketika Indonesia dijadwalkan menghadapi Filipina pada hari ini (5/6), maka itu keputusan bagus. Masa kalender internasional (FIFA) yang tidak lebih dari 13 pertandingan per tahun itu (di luar turnamen utama) menjadi penting. Timnas harus menggunakannya untuk berlatih bersama dan bertanding.

Namun sialnya, untuk menjalani partai friendly di Manilla tersebut, pelatih Nil Maizar cuma punya 16 pemain. Itu pun tidak seluruhnya fit untuk tampil. Ini tak lepas dari amburadulnya manajemen PSSI. Terkesan tak ada koordinasi dengan pengelola kompetisi dan klub. (more…)

Timnas Adalah Paripurna Pembinaan

Thursday, March 1st, 2012

Akhirnya tim nasional Indonesia menuai kekalahan terbesar dalam sejarahnya. Bahrain menghajar 10 gol tanpa mampu dibalas satu pun oleh pasukan Aji Santoso di kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia kemarin (29/2).

Tidak perlu malu dengan hasil itu. Pun tidak perlu disesali. Apalagi sampai menjadikan wasit Andre El Hadad sebagai kambing hitam, terlepas pengadil dari Lebanon itu memang punya rekam jejak yang sangat buruk. Kita harus bisa menerima kekalahan dengan hati lapang.

Indonesia tampil dengan sederet pemain minim jam terbang internasional. Tetapi jam terbang para pemain senior sekelas Bambang Pamungkas atau Firman Utina pun tidak terlalu berbeda secara signifikan dengan para yuniornya. (more…)