&mdash September 9th, 2009 {19}
Sepakbola sejatinya cuma permainan sederhana. Kumpulkan 22 orang dan satu bola, beres. Tinggal tendang, sundul, umpan sana sini, jegal lawan, dan cetak gol.
Cuma itu? Ternyata tidak juga.
Itu yang makin saya sadari ketika saya diapit dua begawan di tengah kesunyian tadi malam. Rentetan pertanyaan mereka berdua justru menebalkan filosofi saya terhadap sepakbola.
Buat saya, permainan sepakbola ibarat [...]
&mdash July 22nd, 2009 {11}
Secara umum, kegiatan tur pasti buang duit, bukan masuk duit. Tapi untuk industri pertunjukan, agenda tur malah meningkatkan jumlah keuntungan.
Itu sebabnya klub sepakbola Eropa gencar bikin tur demi uang masuk. Tur musim panas atau tur pra-musim adalah istilah jamak. Urusan pemain nggak punya waktu panjang dengan keluarga, itu soal lain.
Kegiatan seperti ini sering dikritik kaum [...]
&mdash May 15th, 2009 {18}
Dalam era profesionalisme, makin sulit mencari pemain loyal. Tak ada lagi tanda-tanda patron baru setelah era Paolo Maldini, Francesco Totti atau Steven Gerrard. Bahkan Kaka yang menolak iming-iming rekor transfer termahal dari Real Madrid dan Manchester City pun masih belum bisa jadi garansi akan mengikuti pendahulunya.
Batasan menjadi pemain sewaan dengan tuntutan loyalitas sangat tipis. Lihat [...]
&mdash May 7th, 2009 {24}
Pertandingan sepakbola kadang kala memang kejam. Bahkan bagi tim yang bermain sangat baik sekalipun. Itu yang disebut komentator ESPN waktu Chelsea didepak Barcelona tadi pagi.
Mungkin Kieran Gibbs bisa menyebut kakinya yang terpeleset adalah kekejaman karena membuka kekalahan 1-3 Arsenal dari Manchester United.
Pasti pendukung Chelsea juga menyebut wasit Tom Henning Ovrebo kejam karena berkali-kali tidak menggubris [...]