Archive for the ‘Sepakbola Umum’ Category

Old Crack

Friday, November 7th, 2008

Seorang kawan yang penggemar berat Manchester United akhir-akhir ini sering uring-uringan.

“Saya lagi sebel sama Ryan Giggs, mas. Heran Ferguson kok masih masang dia padahal mainnya udah nggak bagus,” katanya.

Wajar bila Giggs menurun, meski nggak drastis. Umurnya nggak muda lagi. Ada kejenuhan permainan. Tapi kawan saya itu lupa ada satu faktor penting di balik Giggs; jam terbang.

Pemain seperti Giggs sering bikin pembeda di sebuah pertandingan. Entah gol atau assist. Pentingnya jam terbang diakui oleh Arsene Wenger, pelatih Arsenal. Karena nggak ada senioritas, baik umur maupun skuad, perjalanan timnya jadi turun naik musim ini. Kadang menang besar, tapi nggak jarang susah menang.

Pemain tua boleh jadi bakal tergantikan oleh pemain muda dalam hal skill. Tapi untuk segi pengalaman dan panutan, pemain muda harus mengakui. Akan lebih lengkap lagi kalau si pemain tua itu juga senior dalam keanggotaan skuad.

Itu sebabnya bek tengah Sami Hyppia nggak boleh pindah dari Liverpool. Senioritasnya di dalam skuad dibutuhkan untuk membina pemain muda walaupun skill-nya tidak.

Ada banyak contoh lain soal keberadaan pemain tua. Lihat di Barcelona, Real Madrid, AC Milan, Juventus, Inter Milan dan sebagainya. Ibarat keladi, makin tua justru makin dibutuhkan.

Bunuh Diri Karena Sepakbola

Thursday, October 30th, 2008

Mungkin cuma di Inggris di mana sepakbola dianggap sebagai hiburan keluarga — sesudah jaman hooligans. Serius tapi santai.

Di negara lain, bukan cuma sekadar hiburan. Italia, misalnya, jadi ajang pameran aliran politik. Di Brasil jadi lahan tawuran antar geng. Di Spanyol, ajang penghinaan rasial. Indonesia? Ah, anda sudah tahu sendiri. (more…)

Maradona

Thursday, October 30th, 2008

Siapa nggak kenal Maradona. Mungkin angkatan kelahiran 80-an cuma bisa nonton aksinya lewat Youtube!. Tapi mereka nggak akan protes soal cap Maradona sebagai legenda atau dewa bola dunia.

Sebentar lagi, dia bakal melatih Argentina. Bakal sesukses masanya bermain?

Belum tentu. (more…)

Kenapa Stadion di Inggris Tanpa Pagar?

Monday, October 27th, 2008

Saya berasumsi semua orang yang suka (nonton) bola pasti tahu stadion di seluruh Inggris nggak punya pagar pembatas tribun penonton dan lapangan. Jarak tribun dan lapangan pun hemat. Rata-rata kurang dari 5 meter, nggak lebih.

Apa sebab? Hmmm…lumayan panjang ceritanya.

Dulu, stadion Inggris sama saja seperti stadion manapun. Menurut FIFA, harus ada pagar pembatas. Apalagi kalau mau dipakai buat hajatan besar dan resmi. Tapi Inggris kepentok masalah di tahun 1985.

Gara-garanya suporter Liverpool bikin rusuh di Belgia sewaktu final Liga Champions lawan Juventus. Soal ini bisa baca Tragedi Heysel atau tanya mas Iman yang kebetulan hadir di TKP. (more…)

Menang dan Kalah Sama

Sunday, October 26th, 2008

Suporter bola itu memang susah ditebak. Apa yang bisa bikin mereka senang gembira dan berlaku bak anak mami? Jawabannya nggak pasti.

Jika tim kalah, suporter mengamuk sudah biasa. Apabila suporternya adem ayem malah banyak orang heran. “Tumben, kok nggak ada kerusuhan?”

Bila tim menang, ya nggak ada kepastian juga suporternya bakal pulang dengan damai. Walaupun tentu lebih sering aman-aman saja, kecuali suporter mabuk yang résé dan ngoceh nggak karuan. (more…)