<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sekadarblog</title>
	<atom:link href="http://sekadarblog.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekadarblog.com</link>
	<description>ketika sepakbola bikin penasaran</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Apr 2013 04:12:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Anfield bukan lagi hanya mimpi</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2013/04/05/anfield-bukan-lagi-hanya-mimpi/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2013/04/05/anfield-bukan-lagi-hanya-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2013 14:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[#berbayar #liverpool]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=689</guid>
		<description><![CDATA[Sepakbola punya banyak arti. Dia bisa menjadi aktivitas olahraga, prestasi, kultur, dan industri. Belakangan, masuk pula diskursus ilmiah teknologi, kesehatan/medis, matematika, statistik, dan psikologi. Dia menjadi sebuah lingkup bisnis bernilai jutaan dolar AS. Dari segi tontonan, gaji pemain-pelatih, sponsor, pendapatan tiket, pendapatan hak siar, uang tampil (match fee), uang prestasi (prize money), dan showbiz. Tapi itu semua tetap tak bisa menggusur dominasi passion. Hanya passion yang mampu menggerakan seluruh kegiatan dalam sepakbola. Dialah nafas sesungguhnya sepakbola. Itulah yang diungkapkan oleh bekas pemain Arsenal dan eks pelatih [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Sepakbola punya banyak arti. Dia bisa menjadi aktivitas olahraga, prestasi, kultur, dan industri. Belakangan, masuk pula diskursus ilmiah teknologi, kesehatan/medis, matematika, statistik, dan psikologi. Dia menjadi sebuah lingkup bisnis bernilai jutaan dolar AS. Dari segi tontonan, gaji pemain-pelatih, sponsor, pendapatan tiket, pendapatan hak siar, uang tampil (<em>match</em><em> </em><em>fee</em>), uang prestasi (<em>prize</em><em> </em><em>money</em>), dan <em>showbiz</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Tapi itu semua tetap tak bisa menggusur dominasi <em>passion</em>. Hanya <em>passion</em> yang mampu menggerakan seluruh kegiatan dalam sepakbola. Dialah nafas sesungguhnya sepakbola. Itulah yang diungkapkan oleh bekas pemain Arsenal dan eks pelatih Tottenham Hotspur, George Graham, beberapa tahun silam.<span id="more-689"></span></p>
<p>Berkat <em>passion</em>, jangan heran penggemar sepakbola di Indonesia bisa dengan fasih menyanyikan hymne klub-klub yang jaraknya ribuan kilometer dari sini. Pendukung Liverpool di Indonesia pun dengan fasih mampu menyanyikan lagu “kebangsaan” The Kop, “<em>You&#8217;ll</em><em> </em><em>never</em><em> </em><em>walk</em><em> </em><em>alone</em>”. Sepakbola seperti tak punya jarak dan batas. Itu sebabnya tidak sedikit pula penggemar yang rela menempuh jarak jauh dan mengeluarkan biaya besar hanya untuk melihat tim favoritnya bertanding secara langsung.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/Screenshotat2013-04-05213137_zps6fad6ee8.png" width="560" height="269" /></p>
<p>Tapi karena <em>passion</em> pula, ada yang mampu berangkat menyaksikan timnya secara langsung dengan gratis. Misalnya, dengan melihat apa yang dilakukan Standard Chartered. Bank populer dari Timur , yang merupakan sponsor jersey Liverpool, ini ingin memberangkatkan penggemar <em>The Reds</em> dari Indonesia ke Stadion Anfield secara gratis. Bahkan untuk mewujudkannya hanya dibutuhkan waktu maksimal 90 detik! (<a href="http://www.youtube.com/watch?v=6aaUOn6TXX8&amp;feature=youtu.be"><span style="text-decoration: underline;">90</span><span style="text-decoration: underline;">seconds</span><span style="text-decoration: underline;">to</span><span style="text-decoration: underline;">Anfield</span></a>)!</p>
<p>Ya, bukan 90 menit! Anda tak perlu menguras tenaga layaknya pemain idola. Anda hanya perlu menunjukkan <em>passion</em> diri terhadap sepakbola hanya dalam waktu 90 detik. Anda hanya perlu beratraksi dengan bola, menyanyikan mars atau lagu favorit pembakar semangat bersama para kawan, menari layaknya sang juara, mungkin melakukan deklamasi dengan puisi untuk menunjukkan kecintaan pada klub favorit, atau apapun yang bisa menggambarkan <em>passion</em> diri pada sepakbola.</p>
<p>Rekamlah aksi Anda itu ke dalam video, unggah <em>(uploa</em>d) video itu ke laman resmi kontes <a href="https://www.facebook.com/StandardChartered/app_308309572630179"><span style="text-decoration: underline;">Standard</span><span style="text-decoration: underline;">Chartered</span><span style="text-decoration: underline;">dan</span><span style="text-decoration: underline;">Liverpool</span></a> ini, serta sebarkan ke seluruh teman agar mendapatkan <em>vote</em>. Video singkat Anda juga akan dinilai oleh kapten Steven Gerrard. Teman Anda yang menyumbangkan suaranya (<em>voters</em>) bisa mendapatkan jersey bertanda tangan Gerrard atau pemain Liverpool lainnya.</p>
<p>Anda yang terbukti memiliki <em>passion</em> terbaik, Anda layak mewujudkan rmimpi untuk berada di “kuil” keramat Anfield dan ikut menyanyikan hymne “<em>You&#8217;ll</em><em> </em><em>never</em><em> </em><em>walk</em><em> </em><em>alone</em>” bersama lebih dari 45 ribu masyarakat Mersyside.</p>
<p>Tapi bukan hanya itu. Anda bukan hanya akan menonton bintang-bintang favorit di Anfield. Anda juga berkesempatan menyaksikan latihan mereka di Melwood, Merseyside, dan ikut dilatih oleh para legenda Liverpool seperti Ian Rush atau Gerrard. Bahkan Anda juga akan berada di dalam lapangan Anfield untuk menendang penalti di depan The Kop, di bawah tatapan lebih dari 45 ribu pasang mata penonton.</p>
<p>Rasanya, tak ada yang lebih merinding dari ini. Berada di Anfield, menonton Liverpool kesayangan main secara langsung, menemui mereka di markas latihan, dan dilatih oleh nama-nama besar tim tenar Inggris tersebut. Bahkan menuliskan ini pun sudah menggetarkan hati.</p>
<p>Jadi, beratkah menghabiskan waktu selama satu setengah menit untuk beraksi menunjukkan <em>passion</em> sepakbola agar kemudian selama lebih dari dua jam berada di Liverpool bersama tim kesayangan. Rasanya, ini terlalu mewah untuk dilewatkan. Apalagi lewat dari 3 Mei 2013 saat kontes ini ditutup. Saatnya Anda menunjukkan bukti sebagai pendukung berat Liverpool.</p>
<p><em>You&#8217;ll never walk alone, lads</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2013/04/05/anfield-bukan-lagi-hanya-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Timnas Main</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2012/07/06/ketika-timnas-main/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2012/07/06/ketika-timnas-main/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jul 2012 08:39:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pertandingan]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=686</guid>
		<description><![CDATA[Tim nasional (timnas) adalah level tertinggi kegiatan sepakbola sebuah negara. Tak peduli timnas itu punya prestasi atau tidak, ia tetap harus diapresiasi di tempat tertinggi. Namun di Indonesia, timnas terkesan hanya dianggap sebagai kegiatan sepakbola biasa. Malangnya, situasi ini sudah berlangsung sejak dulu, sejak kepengurusan PSSI lama hingga PSSI baru. Di Eropa, ya kita memang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tim nasional (timnas) adalah level tertinggi kegiatan sepakbola sebuah negara. Tak peduli timnas itu punya prestasi atau tidak, ia tetap harus diapresiasi di tempat tertinggi.</p>
<p>Namun di Indonesia, timnas terkesan hanya dianggap sebagai kegiatan sepakbola biasa. Malangnya, situasi ini sudah berlangsung sejak dulu, sejak kepengurusan PSSI lama hingga PSSI baru.<span id="more-686"></span></p>
<p>Di Eropa, ya kita memang tak boleh berhenti belajar tatanan sepakbola dari benua biru itu, tak pernah ada dua level timnas bermain di hari yang sama. Timnas dengan level berbeda akan bermain di hari yang beda pula. Bahkan di partai <em>friendly</em> internasional pun selalu ada 2 hari untuk timnas; satu hari untuk kelas yunior, hari berikutnya untuk kelas senior.</p>
<p>Sebagai contoh, apabila timnas senior Inggris akan bermain persahabatan dengan timnas senior Jerman biasanya akan ada pula pertandingan kedua timnas yunior. Yunior main hari ini, senior main besok.</p>
<p>Tapi di Indonesia, hal itu kerap tak terjadi. Kemarin (5/7), timnas U22 berjibaku melawan Australia dalam kualifikasi kejuaraan Asia di Pekanbaru, Riau. Pada saat yang hanya berselang beberapa menit sebelumnya, timnas senior bermain dalam partai cari keringat melawan tim bintang Cesc Fabregas di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta.</p>
<p>Sebentar, bukankah yang di GBK adalah Indonesia Selection? Apapun namanya, materinya adalah timnas senior Indonesia. Tidak ada yang salah. Dan dalam partai timnas vs non timnas, aturan FIFA memang melarang penggunaan nama timnas. Di berbagai berita, muncul nama Indonesia Selection. Di situs <a href="http://http://premierleague.co.id/detil-berita/internasional/timnas_garuda_tahan_fabregas_and_friends">IPL</a>, disebut Timnas Garuda.</p>
<p>Ok, lupakan soal nama. Esensi tulisan ini bukan soal itu. Tetapi apa dasar logika di balik dua timnas Indonesia bermain di hari yang sama? Timnas U22 yang tampil dalam partai (kalender) resmi harus didahulukan kepentingannya, nilainya, dan publikasinya. Sedangkan tim yang bermain di Senayan (meski senior dan apapun sebutan timnya) hanya partai suka-suka.</p>
<p>Itu sebabnya di berbagai belahan dunia, bukan cuma di Eropa, pertandingan timnas selalu tunggal. Tidak dibarengi oleh pertandingan apapun, kecuali kompetisi amatir atau semipro yang tetap bergulir. Kompetisi klub kasta tertinggi harus libur sejenak. Bukan cuma libur pada saat timnas main, tapi juga dua hari sebelum dan sesudah. Maklum saja, para pemain timnas berasal dari klub-klub utama negara bersangkutan. Azas keadilan menjadi penting, jadi libur sejenak adalah pantas.</p>
<p>Di Indonesia, itu tidak dilazimkan. Ini belum bicara soal mengapa para pemain terbaik Indonesia harus dimainkan melawan tim eksibisi pedagang biskuit. Para pemain Indonesia memang kurang jam terbang. Tapi menyediakan waktu dengan melawan sembarang tim adalah naif.</p>
<p>Saya sungguh gagal paham.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2012/07/06/ketika-timnas-main/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jerman: Tim Bagus Tak Selalu Berakhir Manis</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2012/06/29/jerman-tim-bagus-tak-selalu-berakhir-manis/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2012/06/29/jerman-tim-bagus-tak-selalu-berakhir-manis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jun 2012 06:13:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Euro]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2012]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang Jerman vs Italia di semifinal Euro 2012 dini hari tadi, 2 media Jerman dengan optimistis meramal die Nationalmannschaft akan berhasil melaju ke final. 2 media itu adalah Bild Online dan koran Hamburger Morgen Post. Bild memasang gambar interior pesawat dengan formasi 4-1-2-1-2 milik Italia. Di bawah gambar itu terdapat tulisan yang lumayan sarkastis: &#8220;Semoga [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang Jerman vs Italia di semifinal Euro 2012 dini hari tadi, 2 media Jerman dengan optimistis meramal <em>die Nationalmannschaft</em> akan berhasil melaju ke final.</p>
<p>2 media itu adalah <a href="http://bild.de"><em>Bild Online</em></a> dan koran <em>Hamburger Morgen Post</em>. <em>Bild</em> memasang gambar interior pesawat dengan formasi 4-1-2-1-2 milik Italia. Di bawah gambar itu terdapat tulisan yang lumayan sarkastis: &#8220;Semoga perjalanan pulang Anda menyenangkan.&#8221;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/bild-plane.jpg" alt="" width="504" height="470" /></p>
<p>Gambar itu sekarang menghilang dari laman <em>Bild</em>. Tentu saja!</p>
<p>Sedangkan <em>Hamburger Morgen Post</em> memasang gambar pizza dengan topping wajah para pemain Italia dan pelatih Cesare Prandelli di halaman muka. Ada 2 tulisan mencolok di sana: &#8220;Akhir Era Pizza&#8221; dan &#8220;11 Alasan Jerman Akan Menggilas Italia&#8221;.</p>
<p>Kenyataan akhir berbeda 180 derajat. Jerman justru dibuat tak berdaya dengan skor 1-2 sekaligus meneguhkan ketidakmampuan Jerman menundukkan <em>Gli Azzurri</em> dalam 8 pertemuan di lapangan kompetitif. <span id="more-681"></span></p>
<p>Tidak ada yang meragukan Jerman sebelumnya. Selalu menang sejak partai pertama membuat pasukan Joachim Loew disebut stabil. Mungkin, Jerman satu-satunya tim paling produktif dan cair dalam kecantikan bermain sepanjang Euro 2012 sebelum akhirnya dipulangkan Italia.</p>
<p>Jerman juga memiliki kedalaman skuad paling baik di Polandia-Ukraina. Lihat saja bagaimana Loew dengan berani mengganti 3 pemain serang sekaligus dalam satu paket starter untuk menghadapi Yunani di perempat final. Meski dicibir sebagian fans dan pengamat, pada akhirnya Jerman bisa lolos ke final. Konon ini pertaruhan Loew yang berbuah manis.</p>
<p>Satu-satunya kelemahan Jerman kali ini adalah pertahanan mereka yang tidak sebaik lini tengah dan depan. Manuel Neuer, meski bukan kiper buruk, pun tidak membuat gentar penyerang lawan. Berbeda misalnya di bawah mistar Jerman berdiri Gianluigi Buffon, Iker Casillas, Petr Cech atau bahkan Joe Hart.</p>
<p>Indikator bahwa pertahanan Jerman tidak menjanjikan adalah suksesnya Yunani mencetak 2 gol meski tetap menang 4-2 di perempat final. Bila tim sekelas Yunani, yang tidak ofensif, mampu melakukannya maka tim lain seperti Italia atau Spanyol pun demikian.</p>
<p>Tapi baiklah, seburuknya pertahanan bila lini depannya sangat tajam tentu masih bisa menjadi posisi tawar yang baik. Anda kebobolan 2 gol tapi mampu mencetak gol lebih banyak maka akan menang. Jadi, secara keseluruhan, Jerman tetap tim baik dan asyik ditonton.</p>
<p>Masalahnya, dalam sebuah turnamen, tim yang akhirnya juara sangat jarang bermain baik sepanjang turnamen. Dalam sejarah turnamen besar yang sangat panjang, hanya Spanyol di Euro 2008 (dan mungkin Brazil &#8212; yang saya lupa tahunnya) yang mampu menjadi juara dengan memenangi seluruh partai. Spanyol pun sempat kalah dari Swiss di partai perdana Piala Dunia 2010 sebelum keluar sebagai jawara.</p>
<p>Ketika Jerman terus meraih kemenangan tanpa kesulitan berarti hingga melewati Yunani, terus terang ada kekhawatiran mereka akan terhenti di semifinal. Jerman tak pernah mengalami hal ini ketika juara. Mereka menjadi juara dunia tiga kali setelah tampil dengan kesan seadanya sebelum mendekati partai puncak. Mereka biasanya mencatat grafik penampilan yang menanjak. Tapi di Euro 2012 kali ini, Jerman sudah terbang terlalu tinggi sebelum kemudian menanti waktu untuk turun dengan cepat.</p>
<p>Italia dan Jerman adalah dua tim yang belum pernah ketinggalan skor dalam pertandingan di Euro 2012. Pertaruhannya kemudian siapa yang mampu mencetak gol lebih dulu menjadi krusial. Ada isu mental, walaupun tetap saja ada beberapa tim yang mampu bangkit untuk menang &#8212; seperti halnya Inggris ketika melumat Swedia di penyisihan grup.</p>
<p>Tetapi faktor mental hanya satu hal karena secara taktik pun ternyata Jerman kalah dari Italia. Satu contoh (gambar di bawah), dalam hal <em>closing down</em> di <em>final third</em>, Jerman tak berdaya. Mesut Oezil, Toni Kroos, Sami Khedira dan Sebastian Schweinsteiger lebih sering gagal memasukkan bola ke kotak penalti Italia. Mereka gagal menghancurkan tembok grendel Italia yang sama tenarnya dengan tembok Brandenburg Gate yang sudah rubuh di kota Berlin. Para pemain Jerman hanya berputar-putar mengalirkan bola untuk kemudian akhirnya berhasil disapu, dipotong dan dicolong oleh para pemain Italia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/statsJerman.png" alt="" width="356" height="233" /></p>
<p>Jerman yang biasanya bermain efisien ala Loew kali ini justru merevisi gayanya dan gagal. Bisa jadi mereka terlalu percaya diri &#8212; seperti dua media mereka di atas &#8212; karena terus menang dengan daya ofensifnya sejak babak grup. Sebaliknya, Italia justru seperti tren di kompetisi klub 2011/2012; melindungi benteng dengan memantapkan organisasi lini tengah dan mencari posisi yang pas serta waktu yang tepat untuk melancarkan serangan mematikan. Beruntung bagi Jerman, Italia pun masih sempat &#8220;main-main&#8221; dengan membuang minimal 2 peluang emas di babak kedua untuk mencetak gol tambahan sehingga hanya takluk 1-2.</p>
<p><em>Sampai jumpa Jerman. Auf wiedersehen, Schlands! Ihr koennt nach hause fahren&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2012/06/29/jerman-tim-bagus-tak-selalu-berakhir-manis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Irlandia Yang Babak Belur</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2012/06/15/irlandia-yang-babak-belur/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2012/06/15/irlandia-yang-babak-belur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jun 2012 09:42:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Euro]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2012]]></category>
		<category><![CDATA[Irlandia]]></category>
		<category><![CDATA[Trappatoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Don&#8217;t change the winning team&#8221; adalah kalimat sakti yang sering diperhatikan pelatih, pengamat, analis dan penonton terkait komposisi tim. Juga soal strategi bermain. Namun berbeda dengan Giovanni Trappatoni. Mungkin pelatih berusia 73 tahun yang dikenal keras kepala ini memilih &#8220;berjudi&#8221;. Pada akhirnya pertaruhan itu gagal total karena Republik Irlandia yang ditanganinya menjadi tim pertama yang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Don&#8217;t change the winning team&#8221;</em> adalah kalimat sakti yang sering diperhatikan pelatih, pengamat, analis dan penonton terkait komposisi tim. Juga soal strategi bermain.</p>
<p>Namun berbeda dengan Giovanni Trappatoni. Mungkin pelatih berusia 73 tahun yang dikenal keras kepala ini memilih &#8220;berjudi&#8221;. Pada akhirnya pertaruhan itu gagal total karena Republik Irlandia yang ditanganinya menjadi tim pertama yang angkat koper dari putaran final Euro 2012. <span id="more-678"></span></p>
<p>Mr. Trap, sapaan akrab pelatih dari Italia itu, mengubah wajah Irlandia secara total saat tampil di Gdanks dan Poznan, Polandia, dalam 8 hari di bulan Juni 2012. Tindakan Mr. Trap mementahkan segala preview, analisis dan prediksi.</p>
<p>Irlandia sejatinya memang bukan tim unggulan. Tetapi sebagian pihak menempatkannya sebagai salah satu kuda hitam Euro 2012. Tentu saja orang berpengangan pada catatan yang diraih Irlandia di kualifikasi dan play-off serta sentuhan juara Mr. Trap di kancah klub.Tak ada ramalan Irlandia akan menjadi tim pertama yang tersisih dari Euro 2012 lebih dini.</p>
<p>Di kualifikasi, Robbie Keane dkk. menempati runner up Grup B dengan hanya selisih dua poin dari Rusia yang pernah ditahan tanpa gol di Moskow. Sejak partai pertama kualifikasi hingga akhir kualifikasi, Irlandia memasukkan 15 gol dan kemasukan 7 gol. (Rusia, 17-4). Sementara di partai playoff, Irlandia menahan Estonia 1-1 dan menang 4-0 sehingga layak melaju ke putaran final Euro 2012.</p>
<p>Keberhasilan Irlandia di masa penyisihan itu adalah berkat permainan pragmatis yang diterapkan Mr. Trap. Memang bukan gerendel <em>catennacio</em> seperti ciri khas Italia, tapi cukup rapat nan menyulitkan lawan untuk menerobos pertahanan sebelum kemudian memukul lawan dengan serangan balik mematikan. Mr. Trap memang harus membumi karena ia paham materi timnya tidak berisi pemain kelas elite. Itu sebabnya Irlandia mampu menjalani 14 laga beruntun tanpa kalah dan &#8220;hanya&#8221; kebobolan 8 gol sebelum ke Ukraina-Polandia.</p>
<p>Tetapi tanpa dinyana, Mr. Trap justru meninggalkan gaya pragmatisnya selama ini yang terbukti sukses ketika sudah berada di panggung sesungguhnya. Di partai pertama Grup C (10 Juni 2012), Irlandia bermain begitu terbuka. Mereka meladeni permainan menyerang Kroasia. Hasilnya, lawan menang 3-1. Di partai kedua, lebih parah lagi. Menghadapi juara dunia dan juara Eropa Spanyol yang punya catatan <em>possesion ball</em> tertinggi di Eropa, Irlandia juga memilih bermain di luar pakemnya. Hanya butuh 4 menit, Fernando Torres sudah memperdaya kiepr Shay Given untuk membuka kemenangan 4-0 Spanyol.</p>
<p>Itulah kekalahan terbesar pertama bagi Irlandia sepanjang mengikuti turnamen besar. Secara teknis, Spanyol memang di atas kelas Irlandia meski jarak peringkat FIFA antar keduanya tidak mencapai selisih 20. Dalam kapasitas normal, Irlandia bukan lawan sepadan Spanyol. Namun bila China dapat menahan Spanyol 1-0 (walau hanya dalam partai <em>friendly</em>), seharusnya Irlandia pun bisa memilih untuk tidak kalah telak 0-4.</p>
<p>Kualifikasi memang berbeda dengan putaran final. Prestasi tim di masa kualifikasi memang belum tentu akan serta merta membuat tim itu berprestasi di putaran final. Belanda yang tidak terkalahkan di kualifikasi justru sudah menuai 2 kali kalah di Grup B.</p>
<p>Tetapi mengubah gaya main total seperti yang diterapkan Mr. Trap akan penuh risiko. Mr. Trap mungkin sangat percaya diri. Dia mungkin memang harus mengambil langkah drastis untuk mengejar kemenangan karena sudah kalah di partai pertama. Namun ia lupa bahwa skuadnya tidak terlalu ahli dalam menyerang. Irlandia bukanlah AC Milan, Juventus, Inter Milan maupun Bayern Muenchen atau Benfica yang pernah diantarnya juara.</p>
<p>Hanya ada kapten Robbie Keane yang punya ketajaman lebih baik dengan modal 5 gol dalam 13 penampilan dengan LA Galaxy dan 3 gol dari 6 kali bermain dengan Aston Villa di musim lalu. Tapi di Euro 2012, pemain 31 tahun itu belum berhasil mencetak gol. Pemain lainnya hanya pemain semenjana level kedua.</p>
<p>Keane, Richard Dunne, Damie Duff dan Given hanyalah bintang yang mulai meredup. Beban mereka untuk menyempurnakan perubahan taktik Mr. Trap terlalu berat. Beruntung Irlandia hanya tenggelam di dalam lapangan. Di luar lapangan, mereka tetap di permukaan berkat dukungan suporternya yang &#8220;hard die&#8221; dengan alunan klasik &#8220;The Fields of Antherny&#8221;. Mungkin Irlandia dan Mr. Trap akan membalas suporternya dengan permainan positif saat laga pamungkas melawan Italia nanti.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2012/06/15/irlandia-yang-babak-belur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Euro 2012: Menyerang atau Bertahan?</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2012/06/08/euro-2012-menyerang-atau-bertahan/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2012/06/08/euro-2012-menyerang-atau-bertahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2012 09:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Euro]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2012]]></category>
		<category><![CDATA[Taktik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=674</guid>
		<description><![CDATA[Koran Tempo edisi Jumat (8/6) menulis judul &#8220;Saatnya Pesta Gol&#8221; di halaman utamanya dalam rangka menyambut Euro 2012 yang akan dimulai malam harinya di Warsawa (Polandia). Sudut pandang yang diangkat Koran Tempo itu sejalan dengan pemikiran jurnalis AFP, Tom Williams, di situs pribadinya. Dalam tulisannya, Tom menilai ketajaman permainan akan terjadi di Euro 2012. Alasannya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Koran Tempo edisi Jumat (8/6) menulis judul &#8220;Saatnya Pesta Gol&#8221; di halaman utamanya dalam rangka menyambut Euro 2012 yang akan dimulai malam harinya di Warsawa (Polandia).</p>
<p>Sudut pandang yang diangkat Koran Tempo itu sejalan dengan pemikiran jurnalis AFP, Tom Williams, di <a href="http://www.tomwfootball.com/2012/06/04/tactics-what-can-we-expect-at-euro-2012/">situs pribadinya</a>. Dalam tulisannya, Tom menilai ketajaman permainan akan terjadi di Euro 2012. Alasannya didasari pada berbagai statistik gol di kompetisi domestik Eropa per musim 2011/12. <span id="more-674"></span></p>
<p>Antara lain, Tom merujuk koleksi total gol Lionel Messi (Barcelona/Argentina) dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid/Portugal) yang mencapai 96 gol. Demikian pula penyerang Belanda Klaas-Jan Hutelaar yang menyumbang 29 gol untuk Schalke 04 di Bundesliga. Dia pemain pertama yang mencapai rekor itu di Bundesliga sejak eks penyerang Jerman Karl-Heinz Rummenigge melakukannya pada 1981.</p>
<p>Ketajaman yang diperoleh banyak pemain di berbagai liga Eropa itu sedikit banyak disebabkan oleh skema populer nan cair dan berimbang, 4-2-3-1. Beberapa tim yang akan unjuk kekuatan di Polandia-Ukraina juga menggunakan skema formasi serupa. Tiga dari sejumlah tim favorit juara; Jerman, Spanyol dan Belanda, adalah sebagian yang akan menggunakan skema itu meski masing-masing akan menggunakan pendekatan permainan dan strategi yang berbeda.</p>
<p>Tetapi di sisi lain, keberhasilan Chelsea menjuarai Liga Champions dengan pendekatan strategi serangan balik diramal akan menjadi resep alternatif untuk sebagian tim lain di Piala Eropa 2012. Chelsea bermain pasif dan memanfaatkan kesalahan lawan untuk berbalik menyerang. Strategi itu berhasil melumpuhkan Barcelona dan Bayern Muenchen yang memiliki ideologi menyerang penuh. Kebetulan, gaya permainan kedua klub itu tidak jauh berbeda dengan Spanyol dan Jerman.</p>
<p>Dalam latihan dan pertandingan pra turnamen, sejumlah tim medioker atau non unggulan menunjukkan gelagat permainan pasif. Republik Irlandia, Yunani, dan Republik Ceko adalah sebagian tim yang dipercaya akan memilih gaya tersebut. Tim-tim ini kemungkinan sudah menyaksikan pula bagaimana Spanyol kesulitan menembus gaya defensif China sehingga hanya mampu menang 1-0 dalam partai pemanasan pekan lalu.</p>
<p>Satu hal lain yang akan terjadi pula di Euro 2012 adalah tim dengan optimalisasi organisasi permainan. Di kompetisi antar klub lalu, tim seperti Chelsea, Madrid, atau Borussia Dortmund bukanlah tim dengan keunggulan statistik operan. Perbedaan mencolok terjadi di Barcelona, Muenchen atau Manchester City. Mereka mendominasi statistik operan di Eropa. Namun dua tim pertama gagal menjuarai liga dan Eropa.</p>
<p>Piala Eropa 2012 diyakini akan memperlihatkan lebih banyak tim dengan pertahanan berlapis. Kolomnis <a href="http://zonalmarking.net">Michael Cox</a> pun mengungkapkan itu dalam tulisannya di harian <a href="http://www.guardian.co.uk/football/blog/2012/jun/07/euro-2012-tactics-formations">The Guardian</a>. Selain alasan efektivitas permainan, sejumlah pelatih peserta juga paham bahwa mayoritas pemainnya mengalami kelelahan lantaran kompetisi antar klub yang panjang dan menguras tenaga serta mental.</p>
<p>Apapun, selamat datang Euro 2012!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2012/06/08/euro-2012-menyerang-atau-bertahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
