<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ambien For Sale</title>
	<atom:link href="http://sekadarblog.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekadarblog.com</link>
	<description>ketika sepakbola bikin penasaran</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 09:21:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ambien For Sale</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2012/02/01/franchise-untuk-mls-bukan-indonesia-2/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2012/02/01/franchise-untuk-mls-bukan-indonesia-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 09:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aneka Liga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Franchise]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[MLS]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[(lanjutan)

Kelihatan sekali MLS dipersiapkan/dilakukan dengan matang dan penuh perhitungan. Parameternya adalah sebelum mengikuti kompetisi (calon pemilik klub) dan saat sudah berada di dalam kompetisi (pembatasan gaji pemain/salary cap dan sistem draft untuk pemain rookie).

Seolah-olah yang dibuat oleh MLS adalah memperbaiki sistem terbuka (mekanisme pasar) ala Eropa. Walaupun UEFA saat ini punya Financial Fair Play, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em><strong><a href="http://sekadarblog.com/2012/01/31/franchise-untuk-mls-bukan-indonesia-1/">(lanjutan)</a></strong></em>

Kelihatan sekali MLS dipersiapkan/dilakukan dengan matang dan penuh perhitungan. Parameternya adalah sebelum mengikuti kompetisi (calon pemilik klub) dan saat sudah berada di dalam kompetisi (pembatasan gaji pemain/<em>salary cap</em> dan sistem <em>draft</em> untuk pemain <em>rookie</em>).

Seolah-olah yang dibuat oleh MLS adalah memperbaiki sistem terbuka (mekanisme pasar) ala Eropa. Walaupun UEFA saat ini punya Financial Fair Play, tetapi MLS sudah sejak awal melakukannya. MLS meminimalisir kekacauan yang mungkin timbul. <!--more-->

MLS boleh bersyukur karena punya cermin yang cemerlang (UEFA). MLS sadar bahwa AS bukan negara sepakbola walaupun pernah punya kompetisi sepakbola profesional pada era 60-70-80-an dengan Pele dan Franz Beckenbauer di dalamnya.

MLS menjalankan studi kelayakan dengan serius. Padahal mereka berada di negara <em>super power</em>. Studi banding yang serius dan panjang juga pernah dilakukan oleh Japan FA ketika akan memulai J-League.

Lalu, apakah MLS dengan sistem <em>franchise</em>-nya cocok diterapkan di kompetisi Indonesia? Jawaban saya simpel: tidak! Kalau mau meniru sedikit banyak, mungkin sistem dan manajemen kompetisi Jerman lebih pas.

Yang perlu dicermati adalah proses menuju MLS-nya. Kompetisi sepakbola saat ini sudah menjadi industri dan dalam industri dibutuhkan variabel riset. Ada studi kelayakan dan studi banding. Itulah yang perlu dilakukan pengelola kompetisi di sini.

Apakah kompetisi Indonesia -- entah Liga Super Indonesia atau Liga Primer Indonesia -- pernah melakukan variabel itu? Selama saya mengikuti berita-berita mereka, rasanya tak pernah. Kelihatannya hanya dengan belajar sambil lalu. Mungkin saya salah.

Bila MLS yang berada di negara sebesar AS mensyaratkan kecukupan modal ratusan juta dolar bagi calon pemilik klub, bagaimana mungkin kompetisi di Indonesia -- sebagai negara dunia ketiga -- tak pernah memerhatikan hal itu. Seperti halnya di MLS, di berbagai kompetisi regional Eropa, klub pun diharuskan membuktikan kemampuan finansial mereka mengikuti liga dengan menyetor uang deposit di awal musim. Ini tidak dilakukan di Indonesia!

Entahlah, apa yang ada di pikiran pengelola liga di Indonesia. Alhasil, <a href="http://sekadarblog.com/2012/01/20/lagu-lama-krisis-keuangan/">krisis keuangan</a> seperti yang dialami oleh Persiba Balikpapan selalu terjadi setiap tahunnya. Ajaibnya, klub-klub itu tetap <em>survive </em>sampai kompetisi usai.

Kompetisi di Indonesia diikuti oleh banyak klub karbitan. Klub yang mengikuti kompetisi tanpa sumber dana yang jelas. Klub yang keikutsertaannya atas dasar <a href="http://sosbud.kompasiana.com/2012/01/30/bersepakbola-ala-politik-atau-berpolitik-ala-sepak-bola/">kepentingan Pilkada</a>. Bukan atas dasar pembinaan, bukan pula atas azas prestasi.

Terus terang, saya <em>ndak sreg</em> melihat level tertinggi kompetisi di Indonesia diikuti oleh beberapa klub dari kota kecil. Misalnya, PSAP Sigli, PSSB Bireun, Persidafon Dafonsoro dan beberapa yang lain. Saya membayangkan kekuatan sumber dana mereka. Saya menghitung biaya tandang dari ujung Barat Indonesia ke pojok Timur Indonesia dan sebaliknya. Itu baru satu kali pertandingan. Ada berapa pertandingan dalam semusim dan seterusnya.

Bila dana diambil dari APBD, betapa absurd. Kawasan di seluruh pelosok Indonesia masih membutuhkan pembangunan infrastruktur. Puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan sebagainya. Itu jauh lebih penting ketimbang hura-hura di sepakbola.

<em>Lho, kompetisi kan boleh diikuti klub dari kota manapun, mas? Tak peduli dari kota besar atau kecil?</em> Iya, tentu saja boleh. Tetapi proses kehadiran mereka harus ditegaskan dulu. Termasuk klub-klub besar tradisional. Selain pembinaan, esensi kompetisi adalah untuk mereka yang mampu. Apa parameter "mampu"? Itulah yang harus ditegaskan. Dihitung. Dipelajari. Dirumuskan.

Boleh saja tim seperti PSAP mengikuti kompetisi, tetapi harus atas dasar organik atau alami. Mereka ikut karena memang mereka benar-benar pantas dan mampu. Memenuhi persyaratan secara teknis atau non teknis yang terukur benar.

Bila pengelola MLS saja merasa perlu menerapakan syarat ketat dan melakukan riset pasar, maka kompetisi di Indonesia juga perlu melakukannya. Demi sistem yang baik dan cocok. Jangan lupakan pula kompetisi regional yang akan berguna bagi banyak klub di Indonesia. Klub bisa belajar mengukur diri. Belajar organik, sekaligus bertekad membuktikan kepantasan mereka agar dapat tampil di jenjang tertinggi.

<em>Requirements come first, clubs will come after that.</em>

<strong><em>(Selesai)</em></strong>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2012/02/01/franchise-untuk-mls-bukan-indonesia-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambien For Sale</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2012/01/31/franchise-untuk-mls-bukan-indonesia-1/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2012/01/31/franchise-untuk-mls-bukan-indonesia-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 10:12:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aneka Liga]]></category>
		<category><![CDATA[Finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Franchise]]></category>
		<category><![CDATA[Izin]]></category>
		<category><![CDATA[Liga]]></category>
		<category><![CDATA[MLS]]></category>
		<category><![CDATA[Pemda]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion]]></category>
		<category><![CDATA[Syarat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=652</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sport, Amerika Serikat (AS) adalah anomali. Ada kesan pula agak arogan. Mereka senang membuat segalanya berbeda dari tempat lain. Rugby dimodifikasi jadi American Football, softball diubah jadi baseball, dan sebagainya. Pokoknya harus beda.

Begitu juga di sepakbolanya.

Untuk mengikuti Major League Soccer (MLS) -- kompetisi profesional di AS, Anda sebagai (calon) pemilik klub harus mengantongi franchise. 

Lho, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Dalam <em>sport</em>, Amerika Serikat (AS) adalah anomali. Ada kesan pula agak arogan. Mereka senang membuat segalanya berbeda dari tempat lain. Rugby dimodifikasi jadi American Football, softball diubah jadi baseball, dan sebagainya. Pokoknya harus beda.

Begitu juga di sepakbolanya.

Untuk mengikuti <a href="http://www.mlssoccer.com/">Major League Soccer (MLS)</a> -- kompetisi profesional di AS, Anda sebagai (calon) pemilik klub harus mengantongi <em>franchise</em>. <!--more-->

<em>Lho, apakah MLS punya klub? Tidak!</em> Bentuk <em>franchise</em>-nya tidak seperti kedai kopi Starbucks atau Kentucky Fried Chicken.

<em>Franchise</em> yang dimaksud oleh MLS adalah sebuah hak untuk mendirikan klub (calon) peserta kompetisi pro. Guna membeli hak itulah, Anda atau konsorsium harus memenuhi sejumlah syarat.

<em>Requirements (franchise) come first, club will come after that. What kind of requirements?</em>

<strong>Pertama,</strong> aspek finansial. Anda harus membuktikan bahwa kocek Anda sangat-sangat tebal. Anda harus menunjukkan kemampuan membayar gaji seluruh orang yang ada di klub (termasuk pemain dan pelatih) dan membiayai operasional klub selama mengikuti MLS. Jumlahnya bisa mencapai ratusan juta dolar.

<strong>Kedua,</strong> Anda harus punya <em>home ground</em> alias kandang untuk bermain. Stadion yang diajukan dalam proposal pun harus memenuhi sejumlah syarat teknis MLS. Apesnya, ini syarat yang gampang-gampang susah.

Kita tahu bahwa AS adalah negeri yang gandrung pada baseball dan American Football. Banyak stadion di sana yang dibangun untuk kepentingan dua <em>sport</em> itu. Bila Anda mengajukan stadion yang tidak didesain khusus untuk sepakbola, maka akan ditolak. Stadion harus murni untuk sepakbola dan bukan American Football atau baseball.

Saat sudah menentukan stadion sesuai teknis MLS, Anda juga harus mengantongi kesepakatan <em>leasing</em> dengan pengelola/pemilik stadion dengan biaya ratusan juta dolar. Bila itu sudah aman, maka MLS akan memberi kode lampu hijau. 86!

Syarat <strong>ketiga,</strong> Anda harus mengantongi izin dari pemda setempat bahwa klub akan berkandang di kota tersebut. Segala izin untuk mendirikan klub di sana -- termasuk bertanding, pembayaran pajak dan kemungkinan pembagian keuntungan harus dijelaskan dalam MoU dengan pemda/walikota.

<strong>Keempat,</strong> Anda harus membayar <em>franchise fee</em> kepada MLS sebelum mendapat status sebagai peserta liga. Konon, sebagai contoh, Seattle Sound harus membayar <em>fee</em> sebesar 40 juta dolar sebelum ambil bagian di liga mulai tahun 2009.

Nah, katakanlah, keempat syarat itu bisa Anda penuhi. Namun <em>franchise MLS</em> belum tentu diperoleh. Apa pasal?

MLS masih harus melakukan riset pasar. Apakah kota di mana klub akan bermarkas punya cukup basis fan? Apakah penggemar di kota itu mampu membeli tiket dan <em>merchandise</em> tim? Jawaban dari pertanyaan ini harus positif. Bila sebaliknya, Anda terpaksa gigit jari.

Itu sebabnya, jangan heran bila melihat ada klub MLS yang dipindah kandang ke kota lain. Bahkan ada pula yang <a href="http://www.insidefutbol.com/2011/09/04/florida-franchise-failures-still-felt-in-mls/48457/">dicopot dari MLS dan hilang dari peredaran</a>. Penyebab yang paling umum adalah sepinya penonton atau menurunnya penjualan <em>merchandise</em>. Artinya, kota itu ternyata tidak prospektif sebagai peserta liga.

<strong><em>(bersambung)</em></strong>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2012/01/31/franchise-untuk-mls-bukan-indonesia-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambien For Sale</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2012/01/20/lagu-lama-krisis-keuangan/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2012/01/20/lagu-lama-krisis-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 07:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ISL]]></category>
		<category><![CDATA[krisis keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pemain asing]]></category>
		<category><![CDATA[Persiba Balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[Sponsorship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[Koran Tempo edisi Rabu (18/1/2012) menurunkan berita Persiba Balikpapan yang terancam tidak mampu menyelesaikan kompetisi. Penyebabnya, ketersediaan dana yang cekak. Untuk kompetisi musim ini, mereka mengaku cuma punya Rp 11M. Padahal yang dibutuhkan Rp 17M.

Dana untuk kompetisi menjadi kurang karena sumber dana satu-satunya, APBD, sudah dilarang dipakai mulai 2012 ini. Tapi ini memang cerita lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Koran Tempo edisi Rabu (18/1/2012) menurunkan berita Persiba Balikpapan yang terancam tidak mampu menyelesaikan kompetisi. Penyebabnya, ketersediaan dana yang cekak. Untuk kompetisi musim ini, mereka mengaku cuma punya Rp 11M. Padahal yang dibutuhkan Rp 17M.
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/persiba.png" alt="" width="336" height="281" /></p>
Dana untuk kompetisi menjadi kurang karena sumber dana satu-satunya, APBD, sudah dilarang dipakai mulai 2012 ini. Tapi ini memang cerita lama nan kusut dan tidak berkesudahan. <!--more-->

Manajemen klub di Indonesia (jika memang sebagian besar bisa disebut klub) rasanya sungguh absurd. Tanpa sumber dana kuat yang jelas dan mungkin pula tanpa perhitungan matang, klub justru jor-joran beli pemain. Termasuk legiun asing.

Misalnya, skuad Persiba. Ada 5 pemain asing di sana. Sudah barang tentu, bayarannya pun agak lebih mahal dari pemain lokal. Belum lagi fasilitas seperti mobil, rumah atau uang tiket pulang ke negara asal si pemain.

Ironisnya, hanya 3 dari 5 pemain itu yang punya kualitas bagus; kapten Aldo Baretto, gelandang Shohei Matsunaga dan palang pintu Tomislav Labudovic. Sisanya, Kenji Adachihara dan Richard Caceres, cuma punya mutu rata-rata air. Mungkin Ahmad Sembiring masih lebih bagus dari keduanya.

Persiba tidak sendirian. Banyak tim lain di Indonesia yang menerapkan kebijakan serupa. Yang penting asing, entah kualitasnya bagus atau tidak. Entah apa tujuannya.

Sudah pasti, ini besar pasak dari pada tiang. Membebani keuangan klub hanya untuk posisi pemain yang sebenarnya masih bisa ditutup oleh pemain lokal dengan mutu tehnik setara atau justru lebih baik.

Lalu, apa <em>contigency plan</em> dari Persiba untuk mengatasi ancaman kelangkaan dana? Sayangnya, tak ada. Sekum Persiba, Irfan Taufik, hanya berharap ada perusahaan besar atau dermawan yang sudi membantu Persiba.

Nah, salah kaprah masih abadi. Dermawan? Membantu? Agak sulit mendapatkan pihak swasta yang mau melakukannya untuk klub yang katanya berlabel profesional. Andai ada, tentu saja, berlandaskan kesepakatan bawah tangan yang menguntungkan dan memuaskan kedua pihak.

Pendekatan yang dipilih selalu dermawan atau bantuan dari pengusaha. Bukan dari sisi <a href="http://arsipsekadar.wordpress.com/2007/11/23/sponsor-klub-sepakbola/">sponsorship yang mengikat kewajiban dan hak</a>. Anda dapat apa dan saya dapat apa dalam sebuah <em>MoU</em>.

Tapi, sekali lagi, ini memang klasik di Indonesia. <a href="http://m.yahoo.com/w/news_asia/penyebab-hengkangnya-mitrovic-dari-psm-makassar-ke-china-214327226--soccer.html?orig_host_hdr=id.berita.yahoo.com&amp;.intl=id&amp;.lang=id-id">Pengurus yang tidak kompeten dan tak punya kapabilitas</a> adalah biasa. Belum lagi manual liga untuk urusan sponsorship yang konon membatasi ruang gerak klub sehingga kesulitan untuk mengoptimalkan spot-spot miliknya demi uang kas.

Jika sudah demikian, akhirnya bisa ditebak. Tanpa solusi matang dan kesiapan mental hanya akan menimbulkan masalah bak efek bola salju. Semoga ini tidak terjadi.

Tetapi terkait kapabilitas dan kompetensi, menjadi wajar bila pengurus selevel sekretaris umum pun hanya bisa berujar: "Banyak-banyak saja berdoa bagi seluruh masyarakat dan pengurus Persiba ini."

Sungguh sebuah ungkapan absurd yang amat jarang ditemui dalam sepakbola (yang katanya) profesional.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2012/01/20/lagu-lama-krisis-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambien For Sale</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2012/01/18/inter-milan-menang-tanpa-playmaker/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2012/01/18/inter-milan-menang-tanpa-playmaker/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 12:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liga Italia]]></category>
		<category><![CDATA[44-2]]></category>
		<category><![CDATA[AC Milan]]></category>
		<category><![CDATA[defensif]]></category>
		<category><![CDATA[derby della madonina]]></category>
		<category><![CDATA[Inter Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=642</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa Wesley Sneijder di posisi playmaker dan Diego Forlan di barisan penyerang starter, Inter Milan masih mampu mengatasi rival sekota, AC Milan, dengan skor 1-0.

La Beneamata melakukannya dengan skema defensif nan ortodoks, 4-4-2. Dari 11 starters yang diturunkan Claudio Ranieri hari Minggu lalu (15/1), hanya ada tiga pemain bernaluri menyerang. Mereka adalah Giampaolo Pazzini, Diego [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Tanpa Wesley Sneijder di posisi <em>playmaker</em> dan Diego Forlan di barisan penyerang <em>starter</em>, Inter Milan masih mampu mengatasi rival sekota, AC Milan, dengan <a href="http://www.soccerway.com/matches/2012/01/15/italy/serie-a/ac-milan/fc-internazionale-milano/1175797/">skor 1-0</a>.
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/MilanvInter.jpg" alt="" width="420" height="315" /></p>
<em>La Beneamata</em> melakukannya dengan skema defensif nan ortodoks, 4-4-2. Dari 11 <em>starters</em> yang diturunkan Claudio Ranieri hari Minggu lalu (15/1), hanya ada tiga pemain bernaluri menyerang. Mereka adalah Giampaolo Pazzini, Diego Milito dan Ricardo Alvarez. Sisanya, lebih ahli dalam menahan serangan lawan. <!--more-->

Sejatinya, Inter memang bukan tim dengan kredibilitas serangan yang dapat membuat pertahanan dan suporter lawan frustrasi. Inter bahkan pelopor permainan grendel Italia nan tersohor, <em>Catenaccio</em>, kala dibesut Helenio Herrera pada era 60-an.

Di jaman Jose Mourinho (2008-2010) yang melahirkan 2 gelar <em>Lo Scudetto</em>, 1 Coppa Italia, 1 Super Italia dan 1 trofi Liga Champions, Inter tak pernah bermain aktif. Memang bukan defensif, namun memutuskan tidak bernafsu merebut bola dari lawan.

Kembali ke 4-4-2 ala Ranieri. Skema dan <em>starter</em> yang sama menghasilkan lima gol tanpa balas ke gawang Parma di minggu sebelumnya. Hari Minggu, sempat ada kekhawatiran apakah Julio Cesar akan tampil prima. Nyatanya, kiper Brasil itu bermain seperti biasanya meski harus menerima suntikan pembunuh nyeri di punggungnya hanya dua jam sebelum bertanding.

Dengan 4-4-2 <em>flat</em> dan tanpa <em>playmaker</em>, tentu saja Ranieri mengandalkan serangan lewat sayap. Alvarez siap sedia di kiri. Maicon atau Javier Zanetti senantiasa bergerak turun naik di kanan. Rasanya menjadi kebetulan, apakah keputusan <em>The Thinker Man</em> itu sengaja atau tidak, karena skema 4-3-1-2 ala Max Allegri di Milan sudah lama dinilai lemah dalam mengantisipasi serangan sayap.

Awal serangan yang dibangun Inter ketika berhasil menguasai bola adalah dengan melalui Esteban Cambiasso. Pemain Argentina ini seakan menjadi <em>pivot player</em>. Bila mau dipaksakan, bisa juga disebut <em>deep playmaker</em> meski secara khusus tugasnya adalah menghancurkan serangan Milan di kesempatan pertama. Dia yang akan mengalirkan bola ke arah sayap atau bila harus mengulur tempo serangan maka akan bermain <em>box to box</em> dengan Pazzini. Milito akan menunggu di depan.

Peran pivot yang dijalankan Cambiasso ini seperti mengulangi peran Sneijder, yang di partai ini baru main di pertengahan babak kedua, kala Inter mengalahkan Barcelona di final Liga Champions pada musim 2009-10.

Gol tunggal kemenangan yang dicetak Milito seakan menjawab strategi Ranieri. Pemain Argentina ini memaksimalkan umpan silang Zanetti. Terus terang, gol memang tak lepas dari kesalahan Ignazio Abate yang luput mengantisipasi umpan Alvarez tersebut. Tapi yang namanya gol pasti berangkat dari kesalahan lawan, bukan? :D

Secara keseluruhan, <em>Derby della Madonnina</em> lalu relatif seru. Kita bisa menyaksikan perbedaan yang nyata. Milan mendominasi permainan namun tak kunjung mendapat gol, sedangkan Inter bermain lebih efektif dengan menciptakan peluang lebih banyak.

Dari laga ini, kita bisa melihat bagaimana sebuah tim yang fokus bertahan mampu mencuri gol kemenangan. Mungkin tidak mirip dengan formula <em>Catenaccio</em>. Justru lebih mirip seperti saat Chelsea ditangani Mourinho atau ketika Otto Rehaggel membawa Yunani jadi kampiun Euro 2004. Bermain dengan menanti momen yang tepat untuk memukul K.O lawan.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2012/01/18/inter-milan-menang-tanpa-playmaker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambien For Sale</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2011/12/28/serangan-chelsea-dan-manchester-united/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2011/12/28/serangan-chelsea-dan-manchester-united/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 10:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan]]></category>
		<category><![CDATA[Umpan Lambung]]></category>
		<category><![CDATA[Zona]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=635</guid>
		<description><![CDATA[ Dalam kesempatan Boxing Day Ambien For Sale, Liga Inggris, dua tim besar bermain secara beruntun.  Buy no prescription Ambien online, Kebetulan hasilnya berbeda.
Pertandingan pertama adalah ketika Chelsea ditahan 1-1 oleh sesama tim London barat, Ambien trusted pharmacy reviews, Ambien results, Fulham. Yang kedua adalah pesta lima gol berbalas nihil yang dilakukan Manchester United [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Dalam kesempatan <em>Boxing Day</em> <b>Ambien For Sale</b>, Liga Inggris, dua tim besar bermain secara beruntun.  <b>Buy no prescription Ambien online</b>, Kebetulan hasilnya berbeda.</p>
<p>Pertandingan pertama adalah ketika Chelsea ditahan 1-1 oleh sesama tim London barat, <b>Ambien trusted pharmacy reviews</b>, <b>Ambien results</b>, Fulham. Yang kedua adalah pesta lima gol berbalas nihil yang dilakukan Manchester United (MU) kepada Wigan Athletic, <b>online buying Ambien hcl</b>.  <b>Ambien dose</b>,  </p>
<p>Kesimpulan dari hasil dua pertandingan tersebut adalah perbedaan proses <em>closing down</em> serangan di area 16 meter pertahanan lawan. Dan ini bukan soal Chelsea jelek atau MU bagus, <b>Ambien For Sale</b>. Atau apapun, <b>is Ambien addictive</b>.  <b>Ambien without a prescription</b>, Ini situasional. Belum tentu pada pertandingan berikut akan demikian, <b>about Ambien</b>.  <b>Ambien from canada</b>, <p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/mata_goal.jpg" alt="" width="480" height="277" /></p><br />
Tentu saja, semua tidak bisa digeneralisir, <b>cheap Ambien no rx</b>.  <b>Ambien For Sale</b>, Terciptanya gol dipengaruhi oleh banyak faktor.  <b>Ambien pictures</b>, Bisa jadi kiper lawan yang kurang sigap, kebugaran fisik, <b>Ambien long term</b>, <b>Ambien over the counter</b>, sistem permainan dan lain-lain. Kesempatan ditentukan oleh banyak hal; internal dan eksternal, <b>order Ambien online overnight delivery no prescription</b>.  <b>Japan, craiglist, ebay, overseas, paypal</b>, Secara umum, Chelsea dan MU memiliki bangunan serangan yang hampir sama, <b>Ambien for sale</b>.  <b>Ambien canada, mexico, india</b>, Padahal skema formasi mereka berbeda. Chelsea memakai pola 4-3-3 dan MU menggunakan 4-4-2 dengan kembangan 4-4-1-1 atau bahkan 4-3-2-1.  Keduanya gandrung memulai dari sayap, <b>Ambien For Sale</b>. Namun berbeda di proses akhir, <b>fast shipping Ambien</b>.  <b>Ambien no prescription</b>, Chelsea lebih sering melepas umpan silang, MU lebih suka menusuk secara diagonal dari sayap, <b>cheap Ambien</b>.  <b>Buy cheap Ambien no rx</b>, <p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/berba_2.jpg" alt="" width="480" height="261" /></p><br />
Lebih jauh lagi, Chelsea dengan sistem serangan (yang terkesan) individual dan MU menggunakan sistem zonal yang bergerak seirama, <b>Ambien blogs</b>.  <b>Ambien alternatives</b>, Chelsea, sejak jaman Carlo Ancelotti, <b>get Ambien</b>, <b>Ambien mg</b>, gemar memainkan <em>ball possesion</em>.  <b>Ambien For Sale</b>, Mengalirkan bola dari kiri, ke tengah, ke kanan atau vertikal-diagonal secara berkala. Andre Villas Boas meneruskannya dengan sedikit perubahan di lini depan terkait skema 3 barisan depan, <b>buy Ambien online cod</b>.  <b>Order Ambien no prescription</b>, Permainan Chelsea itu seakan mengurung lawan di daerahnya sendiri. Padahal lawan sejatinya sedang menumpuk 8 pemain di daerah pertahanan yang bisa membuat Chelsea frustrasi untuk menembus dari tengah, <b>Ambien pharmacy</b>.  <b>Ambien forum</b>, <p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/terry_heading.jpg" alt="" width="480" height="269" /></p><br />
Alhasil, Chelsea bermain dengan skema 4-3-3 tetapi menggunakan <em>closing down</em> serangannya dengan umpan silang atau bola <em>direct</em>, <b>buy Ambien without a prescription</b>. Bagi Fulham, ini lebih mudah karena tinggal menerapkan <em>zonal marking</em> di pertahanan, <b>Ambien For Sale</b>.  <b>Online buy Ambien without a prescription</b>, Sulit bagi para pemain Chelsea untuk melakukan penetrasi dengan bola guna mendekati gawang David Stockdale yang malam itu tampil bagus. Secara tidak langsung, <b>after Ambien</b>, <b>Ambien street price</b>, Chelsea didikte agar lebih sering mengangkat bola.</p>
<p>Satu lagi yang menjadi <em>handycap</em> Chelsea dalam menyelesaikan serangannya adalah jarak antar para pemainnya yang terlampau jauh, <b>Ambien used for</b>.  <b>Ambien maximum dosage</b>, Seakan ada <em>missing link</em>.  <b>Ambien For Sale</b>, Setiap tahap akhir serangan juga jarang memiliki bangunan yang konsisten.<br />
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/sturidge_shoot.jpg" alt="" width="480" height="266" /></p><br />
Berbeda dengan yang tahap akhir serangan yang dilakukan MU. Atau bahkan dengan Arsenal yang ditahan 1-1 oleh 10 pemain Wolverhampton. Terlepas dari pertahanan Wigan yang menerapkan pola <em>man to man marking</em>, para pemain MU selalu berada dalam jarak yang terjaga. Situasi ini memungkinkan mereka untuk mengalirkan bola dengan relatif lancar.</p>
<p>Saat menyerang Wigan, peran Park-ji Sung cukup signifikan, <b>Ambien For Sale</b>. Dia aktif bergerak ketika kawannya menguasai bola. Pemain asal Korea Selatan ini dengan jeli mengisi tempat kosong yang ditinggalkan Javier Hernandez atau Dimitar Berbatov. Ada kesan para pemain MU melakukan rotasi posisi secara berkala. Gol pertama MU melalui Ji-Sung adalah berkat kejelian dia mengisi sebuah titik kosong di depan gawang sehingga bola silang rendah Nani bisa diselesaikannya.<br />
<p style="text-align: left;"> <b>Ambien For Sale</b>, Tindakan Ji-Sung ini tidak dilakukan oleh Frank Lampard atau Juan Mata. Komentator <em>ESPN</em>, Steve McMahon, -- eks bek tengah Liverpool dan Everton -- mengatakan para pemain Chelsea terpaku menunggu bola atau pasif mencari ruang. "Hal terpenting saat menyerang adalah ketika anda bergerak tanpa bola," kata McMahon. Di musim lalu, Florent Malouda melakukannya. Dia selalu aktif bergerak.  Padahal dia berposisi main sebagai <em>winger</em>.</p><br />
Proses gol kedua dan ketiga oleh Berbatov sangat jelas menggambarkan bangunan serangan MU, <b>Ambien For Sale</b>. 5 pemain berada dalam satu garis yang relatif sejajar. Nani, Hernandez atau Ryan Giggs sering berjaga di sisi jauh. Posisi mereka kerap kali menguntungkan ketika ada bola <em>rebound</em> dari kiper lawan.<br />
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/berba_3.jpg" alt="" width="480" height="261" /></p><br />
Saat mengalahkan Fulham dengan skor 5-0 pula pada pertandingan sebelumnya, bangunan serangan MU mirip dengan saat melawan Wigan. Sistem serangan yang dibangun Sir Alex Ferguson bisa jadi sudah dipahami para pemainnya. Alhasil, serangan mereka menjadi lebih cair dibanding Chelsea.</p>
<p>Setidaknya, dalam satu pertandingan di <em>Boxing Day</em> kemarin lusa.</p>
<p></p>
<p><b>Similar posts:</b> <a href='http://sekadarblog.com/?p=157'>Lormetazepam For Sale</a>. <a href='http://sekadarblog.com/?p=175'>Halazepam For Sale</a>. <a href='http://sekadarblog.com/?p=487'>Buy Strattera Without Prescription</a>. <a href='http://sekadarblog.com/?p=621'>Buy Ambien Without Prescription</a>. <a href='http://sekadarblog.com/?p=190'>Nitrazepam For Sale</a>. <a href='http://sekadarblog.com/?p=494'>Low dose Klonopin</a>. <a href='http://sekadarblog.com/?p=147'>Buy Serax without prescription</a>. <a href='http://sekadarblog.com/?p=345'>Serax no prescription</a>. <a href='http://sekadarblog.com/?p=232'>Buy Vardenafil without prescription</a>. <a href='http://sekadarblog.com/?p=178'>Fluconazole blogs</a>.<br />
<b>Trackbacks from:</b> <a href='http://www.shoreturtle.com/blog/?p=5629'>Ambien For Sale</a>. <a href='http://www.atradeaday.com/?p=514'>Ambien For Sale</a>. <a href='http://popshifter.com/?p=13776'>Ambien For Sale</a>. <a href='http://the-wynk.net/?p=1945'>Ambien For Sale</a>. <a href='http://her-media.com/?p=1597'>Ambien For Sale</a>. <a href='http://blog.melonicoaching.com/?p=1729'>Ambien dose</a>. <a href='http://bethanylawler.com/?p=7571'>Doses Ambien work</a>. <a href='http://windowcleaningbusinesscoach.com/coach/?p=1714'>Generic Ambien</a>. <a href='http://thingsthatmakeyougogreen.com/?p=543'>Ambien photos</a>. <a href='http://www.dulceyheller.com/wordpress/?p=4065'>Ambien gel, ointment, cream, pill, spray, continuous-release, extended-release</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2011/12/28/serangan-chelsea-dan-manchester-united/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

