&mdash January 30th, 2010 {10}
Isu paling utama pada suporter adalah bukan hasil pertandingan, tetapi “kampung tengah”. Jangan biarkan mereka lapar saat sedang melakukan perjalanan jauh. Jangankan suporter, manusia manapun yang kelaparan bisa berubah menjadi singa liar.

Berdasarkan pengalaman, suporter akan mendapat makanan begitu turun dari kereta. Mereka langsung diangkut truk atau bus — entah dari komunitas atau polisi.
Sampai di tempat kumpul, misalnya stadion, kembali mereka mendapat makanan. Setelah pertandingan, mereka juga akan mendapat makanan. (more…)
&mdash January 24th, 2010 {22}
Ya, judulnya memang saya samakan dengan post Raden Mas Blontank. Mau apa lagi, itu label yang paling umum diketahui orang — termasuk yang nggak suka bal-balan sekalipun.
Bonek seakan menjadi salah satu momok di sepakbola Indonesia. Bahkan kadarnya melebihi level kelompok lain di saat sedang melakukan kerusuhan, insiden dan cerita. Menyebalkan.

Bonek, bondho nekad - modal dengkul, sangat menakutkan bagi banyak orang — terutama yang berada di luar sepakbola. Kerap toko-toko di seputar Stadion Tambaksari, Surabaya, tutup bila Persebaya ada jadwal main. (more…)
&mdash January 19th, 2010 {12}
Sebagai negeri yang harus diakui well organized, Singapura punya sebuah kompetisi sepakbola yang tertata dengan baik.
Liga profesional Singapura disebut dengan S.League. Sebuah kompetisi yang unik karena punya sederet tim asing. 
Musim lalu ada tujuh tim asing di S.League. Berasal dari Jepang, China, Brunei, Afrika (dengan negara campuran) dan Korea Selatan. Lengkapnya silahkan dibaca di Wikipedia. (more…)
&mdash January 17th, 2010 {10}
Konon menu makanan di klub-klub Inggris itu paling buruk dibanding para rivalnya di kompetisi utama benua Eropa.
Penyerang Rusia, Roman Pavlyuchenko, menyebut menu ransum yang disediakan Tottenham Hotspur mirip dengan dagangan di kantin sekolah.

Bahkan pelatih terdahulu Tottenham, Juande Ramos, sempat melakukan editing pada menu para pemain. Menurutnya lebih banyak kandungan lemak, timbang protein. (more…)