&mdash January 6th, 2010 {13}
Olahraga Indonesia banyak didominasi oleh kaum Tionghoa. Bahkan bulutangkis sejak jaman dulu selalu menghadirkan bintang dari kalangan Tionghoa yang lebih banyak ketimbang ras lainnya di Indonesia. Sampai-sampai ada anekdot bahwa orang Tionghoa itu dilahirkan hanya untuk berolahraga bulutangkis. Jago banget kalau disuruh main tepok bulu.
Bukan, ini bukan masalah rasisme. Juga bukan soal dikotomi [...]
&mdash July 25th, 2009 {18}
…Persik Kediri bersiap merekrut tiga pemain baru setelah menerima kucuran dana APBD sekian miliar rupiah…
Kira-kira begitulah narasi siaran berita sport di tv beberapa hari lalu. Praktek yang sering kali bikin saya senyum kecut, sedih dan kesal. Bukan cuma Persik, tapi mayoritas klub plat merah lain.
Bayangkan, dana APBD dipakai untuk membeli dan menggaji pemain profesional! Andai [...]
&mdash February 17th, 2009 {20}
Insiden penangkapan pemain oleh polisi di lapangan tempo hari itu harusnya normal. Namanya juga unsur kriminal. Tapi menjadi aneh karena polisi tak boleh beroperasi di lapangan.
Menurut aturan FIFA, hanya wasit yang berkuasa di atas lapangan saat pertandingan masih berlangsung. Tidak ada yang melebihi wasit. Tidak direktur klub, federasi atau bahkan presiden suatu negara sekalipun. Bila [...]
&mdash January 21st, 2009 {18}
Sepengetahuan saya, acara malam dana biasa digelar untuk kegiatan nirlaba. Misal buat rumah sakit, panti asuhan, musium, dan ragamnya.
Lalu kalau ada klub bola bikin acara malam dana, bagaimana? Nggak masalah. Di belahan barat, klub sering bikin penggalangan dana lewat pertandingan untuk disumbangkan ke lembaga sosial.