Ketika raja minyak Roman Abramovich menggelontorkan dana lebih dari 100 juta euro dalam waktu singkat untuk mendatangkan pemain level atas ke Chelsea, seketika orang punya pandangan baru terhadap (kompetisi) sepakbola profesional.
Membeli gelar, uang tak bisa membeli gelar dan sebagainya. Muncul pula premis yang sebenarnya tak berdasar. “Pantes aja dia juara, belanjanya gede-gedean sih.” “Udah keluarin duit banyak ga juara juga. Payah! Gelar ga bisa dibeli, bos.”
Kini, perdebatan yang sama muncul kembali. Manchester City yang baru saja menjuarai Liga Primer Inggris dituding melakukannya dengan kekuatan uang. Padahal, menjadi juara bukan hanya tentang uang. (more…)

