Posts Tagged ‘Liga Inggris’

Spurs Terpuruk, Siapa Salah?

Wednesday, October 1st, 2008

Siapa sangka Tottenham Hotspur terkapar di juru kunci Liga Premier Inggris. Amunisi mereka lumayan. Pelatihnya juga bagus. Harusnya posisi lima besar saja sih nggak meleset. Situasi itu memang masih sementara karena kompetisi masih jauh dari selesai.

Tapi, siapa yang salah? Striker Dimitar Berbatov atau manajemen klub? (more…)

Bahasa Sepakbola

Thursday, September 25th, 2008

Striker Roman Pavlyuchenko di Tottenham Hotspur harus cepat-cepat bisa bahasa Inggris jika nggak mau kena hukum pelatih Juande Ramos. Pelatih nggak mau dengar alasan Pavlyuchenko tampil jelek karena belum mengerti bahasa Inggris.

Rafael Benitez juga selalu berbahasa Inggris saat tim Liverpool sedang berkumpul. Dia nggak pernah mau membuat session sendiri untuk pemain sesama Spanyol. Lalu jika mereka belum paham bahasa Inggris? ” Itu urusan mereka dan artinya segeralah selesaikan kelas bahasa,” ujar Benitez beberapa tahun lalu. (more…)

Antara Jol, Hamburg dan Tottenham

Monday, September 22nd, 2008

Martin Jol dipecat Tottenham Hotspur bulan Oktober 2007. Alasannya, nggak berprestasi. Sekarang, meneer Belanda itu justru membawa Hamburg SV ke papan atas Bundesliga, bahkan sempat pula memimpin klasemen. Padahal Hamburg sudah sembilan tahun nggak pernah duduk di puncak klasemen Jerman.

Jol sebenarnya bukan pelatih ecek ecek. Walaupun juga belum sekelas Fabio Capello, Sir Alex Ferguson atau Jose Mourinho. Sewaktu ditarik ke Tottenham dulu, dia punya predikat pelatih terbaik Belanda dua tahun beruntun (bersama RKC Waalwijk). Jadi, katakanlah dia pelatih teratas untuk lapis dua Eropa. Dan harusnya bisa juga berprestasi di Tottenham karena klub London utara itu pun tim lapis dua Inggris. (more…)

Confirmed: TV One Siarkan EPL

Thursday, September 11th, 2008

Itu menurut press realese TV One. Anda bisa cek beritanya di Detik. Selamat buat penggemar EPL yang nggak bisa atau ogah langganan TV Aora. ;)

Seketika, muncul beberapa pesan melalui email dan messenger saya. Kebanyakan heran kenapa TV One cuma akan menyiarkan pertandingan “kelas dua”? (more…)

Pemilik Tajir atau Pelatih Pintar?

Tuesday, September 9th, 2008

Pertanyaan itu saya sadur dari blog The Offside. Mayoritas voting mungkin condong ke pilihan kedua. Alasannya bisa beraneka warna.

Pelatih pintar biasanya mahir berkelit di tengah keterbatasan (dana). Minim modal belum tentu kecil prestasi. David Moyes di Everton adalah salah satu contoh terbaik.

Tapi sekarang masalahnya bisa berbeda. Jika pemilik kaya bergabung dengan pelatih pintar dalam satu atap, tetap saja nasib pelatih ada di ujung tanduk. Kevin Keegan dan Alan Curbishley adalah contoh korban. Wewenang pelatih dalam hal jual beli pemain bisa dilompati si bos.

Ini yang disebut kapitalisme kebablasan. Orang-orang kaya yang masuk ke klub bola kebanyakan memang jago berbisnis. Ibarat tukang sulap, batu dalam genggaman tangan bisa berubah jadi emas. Tapi bisnis bola lain lapak dan unik. Tak ada jaminan duit sama dengan gelar. Umumnya malah gelar juara yang mengundang uang. Saya jadi ingat ucapan George Graham yang juga mengeluhkan orang-orang kaya di industri bola. Menurut Graham, bola bukan sekadar bisnis. Ada sentuhan hobi dan passion. Untung boleh dan harus dicari, tapi bukan semena-mena dan instan.

Serba salah sih. Klub tak punya uang pasti sulit berprestasi. Punya uang justru bikin manajemen keblinger dan menciptakan guncangan internal. Repotnya, hampir banyak klub yang lebih senang kedatangan bos kaya. Urusan internal bakal gonjang ganjing, biarlah diurus kemudian.