<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sekadarblog &#187; Liga Jerman</title>
	<atom:link href="http://sekadarblog.com/tag/liga-jerman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekadarblog.com</link>
	<description>ketika sepakbola bikin penasaran</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 08:32:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Antara Jol, Hamburg dan Tottenham</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2008/09/22/antara-jol-hamburg-dan-tottenham/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2008/09/22/antara-jol-hamburg-dan-tottenham/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 12:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Hamburg]]></category>
		<category><![CDATA[Martin Jol]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[

Martin Jol dipecat Tottenham Hotspur bulan Oktober 2007. Alasannya, nggak berprestasi. Sekarang, meneer Belanda itu justru membawa Hamburg SV ke papan atas Bundesliga, bahkan sempat pula memimpin klasemen. Padahal Hamburg sudah sembilan tahun nggak pernah duduk di puncak klasemen Jerman.



Jol sebenarnya bukan pelatih ecek ecek. Walaupun juga belum sekelas Fabio Capello, Sir Alex Ferguson atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/hamburgtable.jpg" class="aligncenter" width="400" height="206" />

Martin Jol dipecat Tottenham Hotspur bulan Oktober 2007. Alasannya, nggak berprestasi. Sekarang, <em>meneer</em> Belanda itu justru membawa Hamburg SV ke papan atas Bundesliga, bahkan sempat pula memimpin klasemen. Padahal Hamburg sudah sembilan tahun nggak pernah duduk di puncak klasemen Jerman.

<img alt="" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/spurstable.jpg" class="aligncenter" width="400" height="242" />

Jol sebenarnya bukan pelatih ecek ecek. Walaupun juga belum sekelas Fabio Capello, Sir Alex Ferguson atau Jose Mourinho. Sewaktu ditarik ke Tottenham dulu, dia punya predikat pelatih terbaik Belanda dua tahun beruntun (bersama RKC Waalwijk). Jadi, katakanlah dia pelatih teratas untuk lapis dua Eropa. Dan harusnya bisa juga berprestasi di Tottenham karena klub London utara itu pun tim lapis dua Inggris. <!--more-->

Di Tottenham, catatan pelengkap daftar riwayat karirnya pun nggak jelek. Tottenham bisa duduk di nomor lima Liga Inggris sebanyak dua kali. Sebelum Jol datang, itu barang langka. Tapi setelah Jol pergi, Tottenham justru jadi juru kunci sementara.

Salahnya di mana?

Nggak ada yang mutlak, sih. Tottenham dan Jol sudah bagus, tapi masalahnya kelompok empat besar Liga Premier sedang <em>on fire</em>. Susah banget menggoyang Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Liverpool.

Sementara tugas Jol di Jerman lebih ringan. Bayern Muenchen sedang peralihan tangan pelatih. Werder Bremen, Schalke atau Stuttgart juga turun naik. Intinya, peta perang nggak seketat Inggris. Padahal Jol sempat diprediksi nggak bisa apa-apa bersama Hamburg. Sebab pemain utama Hamburg, Rafael van der Vaart, dilego ke Real Madrid dan bek tengah Vincent Kompany dilepas ke Manchester City.

Jadi, Jol bakal juara bersama Hamburg?

Ya belum tentu juga. Kompetisi baru di awal. Apapun bisa terjadi. Tetapi, setidaknya Jol sudah bisa membuktikan pada Tottenham bahwa harusnya dia jangan dipecat. Kesabaran menunggu prestasi pelatih adalah tindakan berharga. Dan sekarang, Hamburg yang punya kesempatan mulia itu pada si <em>meneer</em>.
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2008/09/22/antara-jol-hamburg-dan-tottenham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Tim Terburuk</title>
	<atom:link href="http://sekadarblog.com/tag/liga-jerman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekadarblog.com</link>
	<description>ketika sepakbola bikin penasaran</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 08:32:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>sekadarblog &#187; Liga Jerman</title>
	<atom:link href="http://sekadarblog.com/tag/liga-jerman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekadarblog.com</link>
	<description>ketika sepakbola bikin penasaran</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 08:32:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Antara Jol, Hamburg dan Tottenham</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2008/09/22/antara-jol-hamburg-dan-tottenham/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2008/09/22/antara-jol-hamburg-dan-tottenham/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 12:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Hamburg]]></category>
		<category><![CDATA[Martin Jol]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[

Martin Jol dipecat Tottenham Hotspur bulan Oktober 2007. Alasannya, nggak berprestasi. Sekarang, meneer Belanda itu justru membawa Hamburg SV ke papan atas Bundesliga, bahkan sempat pula memimpin klasemen. Padahal Hamburg sudah sembilan tahun nggak pernah duduk di puncak klasemen Jerman.



Jol sebenarnya bukan pelatih ecek ecek. Walaupun juga belum sekelas Fabio Capello, Sir Alex Ferguson atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/hamburgtable.jpg" class="aligncenter" width="400" height="206" />

Martin Jol dipecat Tottenham Hotspur bulan Oktober 2007. Alasannya, nggak berprestasi. Sekarang, <em>meneer</em> Belanda itu justru membawa Hamburg SV ke papan atas Bundesliga, bahkan sempat pula memimpin klasemen. Padahal Hamburg sudah sembilan tahun nggak pernah duduk di puncak klasemen Jerman.

<img alt="" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/spurstable.jpg" class="aligncenter" width="400" height="242" />

Jol sebenarnya bukan pelatih ecek ecek. Walaupun juga belum sekelas Fabio Capello, Sir Alex Ferguson atau Jose Mourinho. Sewaktu ditarik ke Tottenham dulu, dia punya predikat pelatih terbaik Belanda dua tahun beruntun (bersama RKC Waalwijk). Jadi, katakanlah dia pelatih teratas untuk lapis dua Eropa. Dan harusnya bisa juga berprestasi di Tottenham karena klub London utara itu pun tim lapis dua Inggris. <!--more-->

Di Tottenham, catatan pelengkap daftar riwayat karirnya pun nggak jelek. Tottenham bisa duduk di nomor lima Liga Inggris sebanyak dua kali. Sebelum Jol datang, itu barang langka. Tapi setelah Jol pergi, Tottenham justru jadi juru kunci sementara.

Salahnya di mana?

Nggak ada yang mutlak, sih. Tottenham dan Jol sudah bagus, tapi masalahnya kelompok empat besar Liga Premier sedang <em>on fire</em>. Susah banget menggoyang Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Liverpool.

Sementara tugas Jol di Jerman lebih ringan. Bayern Muenchen sedang peralihan tangan pelatih. Werder Bremen, Schalke atau Stuttgart juga turun naik. Intinya, peta perang nggak seketat Inggris. Padahal Jol sempat diprediksi nggak bisa apa-apa bersama Hamburg. Sebab pemain utama Hamburg, Rafael van der Vaart, dilego ke Real Madrid dan bek tengah Vincent Kompany dilepas ke Manchester City.

Jadi, Jol bakal juara bersama Hamburg?

Ya belum tentu juga. Kompetisi baru di awal. Apapun bisa terjadi. Tetapi, setidaknya Jol sudah bisa membuktikan pada Tottenham bahwa harusnya dia jangan dipecat. Kesabaran menunggu prestasi pelatih adalah tindakan berharga. Dan sekarang, Hamburg yang punya kesempatan mulia itu pada si <em>meneer</em>.
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2008/09/22/antara-jol-hamburg-dan-tottenham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Tim Terburuk</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2008/09/22/antara-jol-hamburg-dan-tottenham/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2008/09/22/antara-jol-hamburg-dan-tottenham/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 12:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Hamburg]]></category>
		<category><![CDATA[Martin Jol]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[

Martin Jol dipecat Tottenham Hotspur bulan Oktober 2007. Alasannya, nggak berprestasi. Sekarang, meneer Belanda itu justru membawa Hamburg SV ke papan atas Bundesliga, bahkan sempat pula memimpin klasemen. Padahal Hamburg sudah sembilan tahun nggak pernah duduk di puncak klasemen Jerman.



Jol sebenarnya bukan pelatih ecek ecek. Walaupun juga belum sekelas Fabio Capello, Sir Alex Ferguson atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/hamburgtable.jpg" class="aligncenter" width="400" height="206" />

Martin Jol dipecat Tottenham Hotspur bulan Oktober 2007. Alasannya, nggak berprestasi. Sekarang, <em>meneer</em> Belanda itu justru membawa Hamburg SV ke papan atas Bundesliga, bahkan sempat pula memimpin klasemen. Padahal Hamburg sudah sembilan tahun nggak pernah duduk di puncak klasemen Jerman.

<img alt="" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/spurstable.jpg" class="aligncenter" width="400" height="242" />

Jol sebenarnya bukan pelatih ecek ecek. Walaupun juga belum sekelas Fabio Capello, Sir Alex Ferguson atau Jose Mourinho. Sewaktu ditarik ke Tottenham dulu, dia punya predikat pelatih terbaik Belanda dua tahun beruntun (bersama RKC Waalwijk). Jadi, katakanlah dia pelatih teratas untuk lapis dua Eropa. Dan harusnya bisa juga berprestasi di Tottenham karena klub London utara itu pun tim lapis dua Inggris. <!--more-->

Di Tottenham, catatan pelengkap daftar riwayat karirnya pun nggak jelek. Tottenham bisa duduk di nomor lima Liga Inggris sebanyak dua kali. Sebelum Jol datang, itu barang langka. Tapi setelah Jol pergi, Tottenham justru jadi juru kunci sementara.

Salahnya di mana?

Nggak ada yang mutlak, sih. Tottenham dan Jol sudah bagus, tapi masalahnya kelompok empat besar Liga Premier sedang <em>on fire</em>. Susah banget menggoyang Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Liverpool.

Sementara tugas Jol di Jerman lebih ringan. Bayern Muenchen sedang peralihan tangan pelatih. Werder Bremen, Schalke atau Stuttgart juga turun naik. Intinya, peta perang nggak seketat Inggris. Padahal Jol sempat diprediksi nggak bisa apa-apa bersama Hamburg. Sebab pemain utama Hamburg, Rafael van der Vaart, dilego ke Real Madrid dan bek tengah Vincent Kompany dilepas ke Manchester City.

Jadi, Jol bakal juara bersama Hamburg?

Ya belum tentu juga. Kompetisi baru di awal. Apapun bisa terjadi. Tetapi, setidaknya Jol sudah bisa membuktikan pada Tottenham bahwa harusnya dia jangan dipecat. Kesabaran menunggu prestasi pelatih adalah tindakan berharga. Dan sekarang, Hamburg yang punya kesempatan mulia itu pada si <em>meneer</em>.
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2008/09/22/antara-jol-hamburg-dan-tottenham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sekadarblog &#187; Liga Jerman</title>
	<atom:link href="http://sekadarblog.com/tag/liga-jerman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekadarblog.com</link>
	<description>ketika sepakbola bikin penasaran</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 08:32:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Antara Jol, Hamburg dan Tottenham</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2008/09/22/antara-jol-hamburg-dan-tottenham/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2008/09/22/antara-jol-hamburg-dan-tottenham/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 12:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liga Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Hamburg]]></category>
		<category><![CDATA[Martin Jol]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[

Martin Jol dipecat Tottenham Hotspur bulan Oktober 2007. Alasannya, nggak berprestasi. Sekarang, meneer Belanda itu justru membawa Hamburg SV ke papan atas Bundesliga, bahkan sempat pula memimpin klasemen. Padahal Hamburg sudah sembilan tahun nggak pernah duduk di puncak klasemen Jerman.



Jol sebenarnya bukan pelatih ecek ecek. Walaupun juga belum sekelas Fabio Capello, Sir Alex Ferguson atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/hamburgtable.jpg" class="aligncenter" width="400" height="206" />

Martin Jol dipecat Tottenham Hotspur bulan Oktober 2007. Alasannya, nggak berprestasi. Sekarang, <em>meneer</em> Belanda itu justru membawa Hamburg SV ke papan atas Bundesliga, bahkan sempat pula memimpin klasemen. Padahal Hamburg sudah sembilan tahun nggak pernah duduk di puncak klasemen Jerman.

<img alt="" src="http://i45.photobucket.com/albums/f77/wudbecker/spurstable.jpg" class="aligncenter" width="400" height="242" />

Jol sebenarnya bukan pelatih ecek ecek. Walaupun juga belum sekelas Fabio Capello, Sir Alex Ferguson atau Jose Mourinho. Sewaktu ditarik ke Tottenham dulu, dia punya predikat pelatih terbaik Belanda dua tahun beruntun (bersama RKC Waalwijk). Jadi, katakanlah dia pelatih teratas untuk lapis dua Eropa. Dan harusnya bisa juga berprestasi di Tottenham karena klub London utara itu pun tim lapis dua Inggris. <!--more-->

Di Tottenham, catatan pelengkap daftar riwayat karirnya pun nggak jelek. Tottenham bisa duduk di nomor lima Liga Inggris sebanyak dua kali. Sebelum Jol datang, itu barang langka. Tapi setelah Jol pergi, Tottenham justru jadi juru kunci sementara.

Salahnya di mana?

Nggak ada yang mutlak, sih. Tottenham dan Jol sudah bagus, tapi masalahnya kelompok empat besar Liga Premier sedang <em>on fire</em>. Susah banget menggoyang Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Liverpool.

Sementara tugas Jol di Jerman lebih ringan. Bayern Muenchen sedang peralihan tangan pelatih. Werder Bremen, Schalke atau Stuttgart juga turun naik. Intinya, peta perang nggak seketat Inggris. Padahal Jol sempat diprediksi nggak bisa apa-apa bersama Hamburg. Sebab pemain utama Hamburg, Rafael van der Vaart, dilego ke Real Madrid dan bek tengah Vincent Kompany dilepas ke Manchester City.

Jadi, Jol bakal juara bersama Hamburg?

Ya belum tentu juga. Kompetisi baru di awal. Apapun bisa terjadi. Tetapi, setidaknya Jol sudah bisa membuktikan pada Tottenham bahwa harusnya dia jangan dipecat. Kesabaran menunggu prestasi pelatih adalah tindakan berharga. Dan sekarang, Hamburg yang punya kesempatan mulia itu pada si <em>meneer</em>.
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2008/09/22/antara-jol-hamburg-dan-tottenham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Tim Terburuk</title>
		<link>http://sekadarblog.com/2008/09/17/jadilah-tim-terburuk/</link>
		<comments>http://sekadarblog.com/2008/09/17/jadilah-tim-terburuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 16:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liga Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[sponsor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekadarblog.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Klub-klub Indonesia sulit dapat sponsor. Prestasi tak ada, kompetisi pun carut marut. Tidak gulung tikar dan masih bisa ikut tanding pun sudah untung.

Tapi jangan putus asa.

Mungkin klub Indonesia bisa belajar dari sebuah tim amatir Jerman, Germania Forchheim. Ini tim terparah yang pernah saya tahu. Dalam tujuh pertandingan awal musim ini, mereka sudah kebobolan 166 gol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Klub-klub Indonesia sulit dapat sponsor. Prestasi tak ada, kompetisi pun carut marut. Tidak gulung tikar dan masih bisa ikut tanding pun sudah untung.

Tapi jangan putus asa.

Mungkin klub Indonesia bisa belajar dari sebuah tim amatir Jerman, Germania Forchheim. Ini tim terparah yang pernah saya tahu. Dalam tujuh pertandingan awal musim ini, mereka sudah kebobolan 166 gol tanpa satu gol pun yang bisa dicetak. Mereka punya label <a href="http://www.spiegel.de/international/zeitgeist/0,1518,577756,00.html">"Tim terburuk Jerman"</a>. 

Si bos klub justru senang. Prestasi hancur justru dianggap bikin klub jadi terkenal. Kalah terus malah membuat orang jadi penasaran dan bisa mengundang sponsor.

Entah apakah klub itu sekarang sudah dapat sponsor atau belum. Andai saya pengusaha, saya tertarik menjadi sponsor mereka. Tapi tentu nilainya jangan terlalu besar. Kepopuleran tim itu karena kalah terus bisa menguntungkan buat sponsor. Sponsor bisa ikut terseret dikenal. Benar-benar sebuah anti tesis.

Tentu itu terjadi karena di Jerman. Saya nggak akan mau menjadi sponsor di Indonesia. Kompetisi di sini belum beres. Lalu, andai anda pengusaha, maukah mendukung tim Germania Forccheim?]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekadarblog.com/2008/09/17/jadilah-tim-terburuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

