Bersyukur
Wednesday, December 31st, 2008Sulit membayangkan jika harus menutup tahun dengan berbagai kemalangan. Entah karena sengaja atau tidak. Entah karena keteledoran atau bukan. Entah karena memang sudah jalannya begitu atau enggak.
Kapten Liverpool, Steven Gerrard, mungkin sedang stres. Gara-gara ikut tawuran di bar, dia bakal kepikiran soal pengadilan di awal 2009.
Ricardo Fuller mungkin juga tengah merenung. Orang Jamaika itu pasti menyesal telah menampar kaptennya sendiri, Andy Griffin, di klub Stoke City.
David Pratt juga tak pernah menyangka bakal menciptakan rekor baru kartu merah tercepat. Dia pasti lebih suka menutup tahun 2008 dengan prestasi positif.
Jelas bukan hadiah Natal dan Tahun Baru yang bagus untuk mereka bertiga. Mungkin jutaan orang di dunia mengalami hal serupa.
Semoga anda tidak. Andai anda sempat beroleh kemalangan dalam hidup di tahun 2008, anggaplah itu hanya rona kehidupan. Bukankah selalu ada keseimbangan selama kita masih bernafas.
Kini, berharaplah tahun 2009 akan lebih banyak kesenangan menyertai hidup anda. Saya hanya ingin melihat Indonesia menjadi lebih baik. Saya cuma mau menyaksikan sepakbola Indonesia menjadi lebih beradab. Yang jelas, kita harus lebih banyak bersyukur.
Selamat Tahun Baru 2009.
