Posts Tagged ‘Wasit’

Tuan Rumah Boleh Apa Saja

Friday, November 14th, 2008

Hukuman seumur hidup buat tiga pemain PSIR Rembang memang pantas. Tapi itu belum cukup buat kemajuan sepakbola nasional.

Itu baru asap. Supaya asap nggak membumbung, jaga supaya jangan ada kebakaran. Harus dicegah dulu agar kekerasan di sepakbola nasional nggak dianggap “lumrah”. (more…)

Insiden Trefoloni

Saturday, September 20th, 2008

Wasit Matteo Trefoloni jelas membuat blunder waktu memimpin pertandingan Liga Champions antara Aalborg (Denmark) dan tuan rumah Glasgow Celtic (Skotlandia). Signor Italiano itu salah memberi kartu merah. Harusnya untuk Michael Jakobsen, justru diberikan kepada Michael Beauchamp. Untung, sekarang hukuman itu sudah dikembalikan ke porsi sebenarnya.

Tapi insiden ini menarik.

Pasca pertandingan, Beauchamp diwawancarai tv Sky Sports. Dia mengaku kecewa mendapat kartu merah (yang salah). Tapi dia juga pasrah karena itu biasa terjadi dalam pertandingan.

Sementara di markas Sky, ada tiga pelatih beken yang jadi komentator — Glenn Hoddle, Ruud Gullit dan Graeme Souness. Secara umum komentar mereka mirip dengan Beauchamp. Sedangkan Souness agak heran kenapa Trefoloni langsung mempercayai keterangan asistennya, meski juga maklum karena tekanan suara penonton dan tensi pertandingan bisa bikin wasit gugup.

Untuk kesekian kalinya saya terkesan. Wasit jelas salah, tapi pelaku bola di Eropa sangat jarang memojokkan wasit. Nggak perlu ada pencak silat di lapangan. Nggak perlu juga mendorong-dorong wasit atau berteriak seperti orang kalap. Selain ada aturan tegas yang melindungi wasit dan kelompoknya, pihak yang dirugikan juga punya jalur untuk banding. Intinya, ada mekanisme sendiri buat ngurus kesalahan seperti itu.

Jika insiden itu terjadi di Indonesia, saya yakin wasit akan jadi sasaran tinju. Hukum rimba otomatis berjalan. Seakan-akan wasit memang pantas dihajar. Cuma dia yang salah, sementara pemain, pelatih, manajer tim adalah malaikat. Sedangkan sang penonton menjadi raja rimbanya dan sang raja boleh bikin apa saja. Jika di lapangan justru terjadi kebalikannya, jalur di PSSI justru macet. Memang serba salah.